Selasa, November 29, 2022

Arsjad Rasjid: Diangkat Jadi Anggota OICAC Merupakan Kehormatan bagi Kadin

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, NEWSATU.COM — Ketua Umum Kadin Indonesia, M. Arsjad Rasjid diangkat menjadi Anggota Dewan Pembina Organisasi Kerja Sama Arbitrase Islam Pusat  (Organization of Islamic Cooperation Arbitration Center, OICAC) dalam Rapat Dewan Wali Amanat Pertama OICAC, Kamis, (7/10).

OICAC dibentuk oleh negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami juga bagi organisasi Kadin,” ungkap Arsjad, dilansir Liputan6.com.

Pengangkatan ini diharapkan dapat menjadi tonggak utama bagi perkembangan Ekonomi Syariah Indonesia. Kadin, kata Arsjad, akan terus memperkuat hubungannya dengan Kamar Dagang, Industri, dan Pertanian Islam (ICCIA, Islamic Chamber of Commerce, Industry and Agriculture) dan OKI untuk memajukan perdagangan internasional di antara negara-negara anggotanya.

BACA JUGA :   Kadin Indonesia & Asproksi Siap Jadikan FastMed Mitra Klinik Kesehatan
BACA JUGA :   Kadin Gorontalo Serahkan 200 Tabung Oksigen untuk Seluruh Rumah Sakit

“OICAC merupakan Pusat Arbitrase OKI yang pertama dan satu-satunya. Tujuan pembentukannya adalah untuk menyelesaikan perselisihan internasional di antara negara-negara OKI dan selanjutnya melayani sektor swasta di negara-negara anggota,” terangnya.

OICAC, lanjut Arsjad, akan melayani penyelesaian sengketa komersial dan investasi melalui arbitrase dan metode Penyelesaian Sengketa Alternatif (ADR) lainnya yang disepakati oleh para pihak seperti mediasi, ajudikasi, dan lain-lain.

BACA JUGA :   Panaskan Trade Expo Indonesia 2022, Kadin & Kemendag Gelar Event Fesyen Musim

Selain mengangkat Arsjad Rasjid, Presiden ICCIA Abdullah Saleh Kamel juga mengangkat anggota Dewan Pembina lainnya, di antaranya Muhammed Musaev, Ahmar Bilal Soofi, Sheikh Khalifa bin Jassim AlThani, Hashem Salah Matar, Hassan Abd Al Moneim Al Badrawi, dan Ibrahim Jokouni.

OICAC yang berkantor pusat di Istanbul, Turki, ini bertugas memberikan fasilitasi akses dari negara-negara anggota ke pusat dan mendirikan kantor-kantor di negara anggota OKI yang berbeda dan negara anggota non OKI yang akan berfungsi langsung di bawah naungan Pusat.

BACA JUGA :   COVID-19: Australia to ban all arrivals of non-residents, says PM
BACA JUGA :   Kadin Indonesia & Asproksi Siap Jadikan FastMed Mitra Klinik Kesehatan

OICAC Pusat memfasilitasi penyelesaian sengketa komersial dan investasi yang dirujuk ke pusat, melibatkan orang perseorangan atau badan hukum dari negara anggota OKI dan negara non-OKI, mempromosikan arbitrase, serta membuat pengajuan tentang reformasi hukum dan praktik penyelesaian sengketa di negara-negara anggota OKI.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here