Senin, Mei 16, 2022

Bersama Alenia Pictures, LPDUK Ingin Garap Film Bertema Olahraga

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) terus mencari terobosan untuk menggelorakan industri olahraga nasional di satu sisi, dan mencari sumber penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di sisi lain.

Untuk itu, lembaga berststus Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenpora ini berniat menghadirkan film bertema olahraga dengan menggandeng Alenia Pictures.

“Kami ingin menghadirkan film yang dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda sehingga mendorong munculnya atlet masa depan Indonesia,” Ujar Plt Direktur LPDUK Firtian Judiswandarta Sihasale saat mengisi acara podcast perdana LPDUK, Sportcast bersama Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen di kantor LPDUK, Jumat (29/10).

BACA JUGA :   Modern Monochrome Home with Calm and Cosy Terrace and Steps

“Banyak negara berhasil menjadikan film untuk memacu peningkatan prestasi olahraganya. Kita mencoba menjajaki untuk menggandeng Alenia yang telah meraih sukses dengan banyak film, termasuk film King yang bertema olahraga.”

BACA JUGA :   Doors slam shut across borderless Europe as coronavirus spreads

Menuru Judi, panggilan Firtian Judiswandarta Sihasale, film bertema olahraga dapat memacu semangat anak-anak Indonesia menjadi  olahragawan yang kelak mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Menggandeng Alenia Pictures, lanjutnya, bukan tanpa alasan. Sebab, production house ini telah meraih sukses dengan beberapa film, terutama film bertema olahraga berjudul King.

BACA JUGA :   Edgar Berlanga Siap Beraksi di Pentas The Night of Young Stars

“Sekarang kita punya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Ini harus disupport dan dari sisi industri olahraga. Kita ingin menghadirkan film yang memberikan inspirasi dan spirit untuk atlet dan atlet masa depan,” tambahnya lagi.

Sementara itu Ari Sihasale merasa terhormat bisa dipercaya dan ditawari LPDUK menggarap film bertema olahraga. “Dari dulu, kami konsen bikin film edukasi, humanis, dan mendorong generasi masa depan yang lebih baik. Karena tidak selamanya harus ikut tren pasar, tapi membuat tren sendiri, apalagi didukung banyak pihak,” kata Ari Sihasale.

BACA JUGA :   US, Australian central banks push more money into markets
BACA JUGA :   Twinbill di Jepang: Inoue Ditantang Dipaen, Mendez Jumpa Taniguchi

Hal senada diungkapkan Nia Zulkarnaen. Menurutnya jika Indonesia ingin memiliki atlet dengan semangat tinggi, harus dipupuk dengan sebuah dorongan semangat yang mampu menginspirasi.

“Betul film olahraga memang bisa memberikan inspirasi. Anak Haryanto Arbi sebelumnya tidak mau main bulutangkis, maunya basket. Setelah nonton King, anaknya minta dilatih bulutangkis oleh Bapaknya, Sang Juara Dunia Bulutangkis ” tutur Nia.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here