Rabu, Februari 8, 2023

Nadia Tarmidzi: Cakupan Vaksinasi Lengkap di Indonesia Melebihi Target WHO

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan setiap negara memvaksinasi setidaknya 10% dari populasinya pada akhir September 2021. Sekurangnya 40% pada akhir 2021 ini dan 70% populasi dunia pada pertengahan 2022.

Di Indonesia, hingga Ahad (14/11) pukul 18:00 WIB, dari 208,2 juta sasaran, sekitar 215,6 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 130,3 juta orang yang menerima vaksin (62,5% dari sasaran) dosis pertama. Lebih dari 84,1 juta di antaranya (40,4%) sudah mendapatkan dosis kedua. Untuk vaksinasi ke-3/booster bagi tenaga kesehatah sudah diberikan sebanyak 1,19 juta (81%).

BACA JUGA :   Genjot Testing dan Tracing, Kenaikan Positivity Rate Covid-19 3,65 Persen

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan dengan demikian Indonesia telah melampaui target WHO tersebut, yakni mampu memberikan vaksinasi lengkap setidaknya 40% populasi pada akhir 2021.

BACA JUGA :   Vaksin Booster Tidak Diberikan Gratis, Ini Prakiraan Harganya

”Indonesia berhasil mencapainya lebih cepat dari target WHO tersebut,” katanya, Senin (15/11) di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Per Ahad (14/11), 84,1 juta atau 40,4% populasi masyarakat Indonesia telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ke-2/lengkap. Pencapaian ini merupakan kerja keras seluruh komponen bangsa sebagai penyelenggara vaksinasi dan juga partisipasi dari seluruh rakyat Indonesia yang bersedia untuk divaksinasi.

BACA JUGA :   Menkes Budi Resmi Buka Pameran Inovasi Teknologi Kesehatan di Tangerang

Stok vaksin Covid-19 di Indonesia per Sabtu (13/11) sebanyak 342,5 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi dan bulk. Terakhir Indonesia menerima 4 juta dosis vaksin Sinovac pada Sabtu (13/11).

Masyarakat diimbau tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. Tidak perlu memilih merk vaksin, gunakan vaksin yang tersedia terlebih dulu saat ini. Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan berkhasiat.

BACA JUGA :   Asproksi Siapkan Alkes Berkualitas untuk Cegah Sebaran Omicron
BACA JUGA :   Kemenkes Dorong Pemda Kejar Target Imunisasi 79,1%

Vaksin membuat tubuh relatif lebih tahan serangan virus, bisa menghindarkan dari gejala, perawatan di rumah sakit dan mengurangi risiko kematian.

”Akan tetapi tidak menjadikan seseorang kebal 100% terhadap infeksi virus, sehingga masih dapat tetap tertular dan menularkan. Bagi yang sudah divaksin agar tetap menjalankan protokol kesehatan 5M,” ucap Nadia.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here