Senin, Mei 16, 2022

Puluhan Rumah Rusak Berat & Ringan di Lebak Banten karena Gempa

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

BANTEN, newsatu.com — Gempa berkekuatan 6.7 Magnitudo 14 Januari 2022 pukul 16:05:41 WIB, berlokasi 7.01 LS,105.26 BT atau berada 52 km Barat Daya Sumur, Banten, telah mengguncang sejumlah wilayah Pulau Jawa

Gempa berkedalaman 10 Km tidak berpotensi tsunami, namun menimbulkan kerusakan tempat tinggal dan terjadi di wilayah Lebak Banten.

Puluhan rumah mengalami rusak berat serta ringan. Bahkan di antara rumah yang rusak, dikabarkan ada pemukiman yang rata dengan tanah akibat guncangan tersebut.

Rumah yang mengalami rata dengan tanah adalah rumah dalam kondisi tidak kuat menahan guncangan gempa. Terutama di wilayah Desa Munjul Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Banten, Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA :   Presiden Joko Widodo Tegaskan Pandemi Covid-19 Belum Selesai

Hal itu dikatakan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D, dalam konferensi pers secara virtual, Jumat 14 Januari 2022 sesaat terjadi gempa.

BACA JUGA :   Tiga Daerah di Jawa Barat Diusulkan Dimekarkan Lagi

Dikatakan, rumah-rumah yang mengalami rusak akibat guncangan gempa tersebut adalah yang kondisinya tidak kuat menahan guncangan.

“Rumah-rumah yang rusak umumnya rumah yang kondisi sebelumnya ada retak juga tak kuat menahan guncangan,” ungkapnya.

Seorang warga yang letaknya berada tak jauh dari Pantai Banten menuturkan, saat terjadi guncangan gempa berhamburan keluar rumah.

BACA JUGA :   Isi Masa Reses, LaNyalla Tinjau Pembangunan Kompleks Masjid Agung Sunan Ampel

Bahkan diantara warga, tambahnya, menyelamatkan diri ke tempat lebih aman.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menyebutkan pemilik rumah yang roboh di Kampung Rancasema, Kadu Agung Timur, dalam kondisi selamat, seperti dikatakan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Lebak Agus Riza Faizal, dikutip dari Antara.

Bangunan semi permanen berupa rumah yang terdampak gempa bumi itu, dalam kondisi rata dengan tanah.

BACA JUGA :   CDC Ungkap Indonesia Berisiko Rendah Penularan COVID-19
BACA JUGA :   Presiden Joko Widodo Tegaskan Pandemi Covid-19 Belum Selesai

“Kami minta keluarga Arinah, warga Rancasema yang rumahnya roboh itu dapat mengungsi di rumah kerabatnya,” katanya.

Pihaknya juga menerima laporan gedung Madrasah Ibtidaiah di Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

BPBD Lebak hingga saat ini terus menerima laporan korban maupun kerusakan infrastruktur dan rumah akibat gempa.

Wilayah pesisir Kabupaten Lebak cukup berdekatan dengan pusat gempa yang terjadi di lokasi 7,01 LS,105,26 BT atau 52 km barat daya Sumur, Banten dengan kedalaman 10 km.

 

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here