Selasa, Mei 17, 2022

Kemenag Tegaskan Takkan Ada Pemberhentian Jamaah Umroh

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Jemaah umrah Indonesia diberangkatkan kali pertama 8 Januari 2022 hingga keberangkatan 15 Januari 2022, total ada 1.731. Dari jumlah itu, 400 jemaah yang kembali ke Tanah Air pada Senin (17/1).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumais, pemberangkatan jemaah umrah asal Indonesia tidak akan dihentikan. Menag juga memastikan bahwa proses keberangkatan jemaah umrah akan tetap menerapkan skema kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP).

BACA JUGA :   Akibat Erupsi Semeru, 10.400 Warga Masih Mengungsi di 400 Titik

“Tidak ada pemberhentian umrah. Saya juga sudah minta Pak Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah agar keberangkatan tetap menerapkan one gate policy,” tegas Menag saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan-Jakarta, Senin (17/1).

BACA JUGA :   Akibat Erupsi Semeru, 10.400 Warga Masih Mengungsi di 400 Titik

“One gate policy tetap diberlakukan. Jangan kemudian di masing-masing daerah bisa terbang sendiri-sendiri,” sambungnya.

Menurut Menag, keberangkatan jemaah umrah tetap berjalan. Sebab, tidak ada undang-undang yang melarang warga negara pegi ke luar negeri, termasuk untuk menjalankan ibadah umrah, kalau sudah mendapatkan visa. Kecuali kalau yang bersangkutan terkena masalah hukum.

BACA JUGA :   Berkat Ampas Tebu, MTsN 1 Pati Rebut Medali Emas Internasional

“Penerapan one gate policy adalah bagian dari pengaturan yang diberlakukan pemerintah,” sambungnya.

Menag mengaku awalnya ada usulan untuk mencabut pengaturan one gate policy. Namun, setelah proses evaluasi, apalagi ada kasus tim advance penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang terkena Omicron, diputuskan kebijakan satu pintu tetap diberlakukan.

BACA JUGA :   Guru Agama Madrasah Swasta Minimal Harus S1 Sesuai Ketentuan Menteri Agama

Terkait kemungkinan asrama haji Pondok Gede menjadi tempat karantina kepulangan jemaah umrah, Menag mengaku masih belum mendapatkan persetujuan dari Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19. Meski demikian, proses komunikasi terus dilakukan.

BACA JUGA :   Guru Agama Madrasah Swasta Minimal Harus S1 Sesuai Ketentuan Menteri Agama

 

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here