Rabu, Februari 8, 2023

Penataan Wisata Religi Punya Nilai Ekonomis Tinggi, Kata Gubernur Jabar

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

BANGKALAN, newsatu.com — Jawa Barat memiliki beberapa tempat ziarah yang setiap hari dikunjungi masyarakat seperti Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Situ Lengkong Panjalu, dan Pamijahan di Tasikmalaya.

Tradisi seperti itu, seperti dikatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, akan dimatangkan dalam konsep pengembangan wisata religi yang lebih tertata baik.

Ditemui jabarprov.go.id saat kunjungan kerja ke Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis (20/1), Kang Emil menuturkan, wisata religi memiliki potensi ekonomi yang tinggi bila ditata dengan baik.

BACA JUGA :   Tiga Daerah di Jawa Barat Diusulkan Dimekarkan Lagi

“Kami pernah menghitung, wisata religi itu nilai ekonominya tinggi sekali,” ujarnya.

Pengembangan wisata religi di Jabar bertujuan agar peziarah lebih nyaman dan pedagang kaki lima tertata. Dampaknya denyut ekonomi akan meningkat.

BACA JUGA :   Tes PCR Diturunkan Pemerintah, Banyak Pengusaha Lakukan Efisiensi

“Di Jabar sedang dikonsepkan wisata religi dengan penataan serius, sehingga peziarah nyaman, PKL tertata, dan semua dapat barokahnya,” tutur Kang Emil lagi.

Menurut Kang Emil, dari wisata religi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan tumbuh usaha kuliner dan cinderamata.

BACA JUGA :   Tes PCR Diturunkan Pemerintah, Banyak Pengusaha Lakukan Efisiensi

“Seperti saya tadi beli sate Madura dan oleh-oleh, kalikan saja ribuan orang yang datang, UMKM akan meningkat apalagi penataannya lebih baik,” katanya.

Usai berziarah ke Makam Syekh Syaikhona Kholil di Bangkalan, Kang Emil sempat membeli sate Madura ditemani Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron di area ziarah. Menurutnya, sate Madura di tempat aslinya rasa lebih enak dengan kontur yang lebih gemuk.

“Sate Madura di sini lebih gemuk dan rasanya lebih enak. Kalau di Jabar agak tipis satenya, tapi umumnya kecap dan bumbunya sama, lontongnya juga sama,” ujarnya.

BACA JUGA :   17 Daerah Ini Usulkan Pemekaran di Jawa Barat
BACA JUGA :   Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023 Total 24 Hari, Berapa Hari Libur Idul Fitri?

Adapun kunjungan ke wisata religi biasanya sering ramai di bulan Maulud. Kang Emil mengatakan, warga Jabar yang berziarah ke Makam Syekh Syaikhona Kholil di bulan Maulud bisa mencapai 10 bus.

“Bulan Maulud bulan yang paling banyak warga Jabar datang ke sini, ada 5 sampai 10 bus,” ungkapnya.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here