Rabu, November 30, 2022

Dari Data 30 Provinsi, Tinggal 4 Provinsi Alami Kenaikan Kasus Covid-19

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Kasus konfirmasi harian Covid-19 terus mengalami tren penurunan hingga menyentuh 11.585 setelah sebelumnya tercatat di 14.900.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mencatat hingga Sabtu (12/3), kasus Covid-19 di 30 provinsi sudah mengalami penurunan, tersisa 4 provinsi yang masih mencatatkan kenaikan kasus.

Provinsi tersebut adalah Aceh, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.

Tren penurunan kasus harian telah mendorong penurunan angka keterisian tempat tidur dan isolasi Covid-19 di rumah sakit hingga 22% per Ahad (13/3) dari sebelumnya 23%.

Kesembuhan secara nasional juga tercatat di angka 25.854. Kemudian secara konsisten angka kematian juga mulai turun sejak 8 Maret 2022 menjadi 215 per Ahad (13/3). Dampaknya angka kematian absolut selama 7 hari belakangan ini turun 1,98% (12/3) dari pekan sebelumnya.

BACA JUGA :   Nadia Tarmidzi: Cakupan Vaksinasi Lengkap di Indonesia Melebihi Target WHO
BACA JUGA :   Ini 5 Inovasi Kesehatan yang Dipamerkan Kemenkes Lewat Digital Transformation Office

”Tren penurunan kasus harian dan kematian serta naiknya angka kesembuhan secara konsisten terus terjadi di sebagian besar provinsi di Indonesia. Ini berita baik untuk penanganan pandemi Covid-19. Indikator penting untuk mengendalikan pandemi secara nasional menunjukkan progres yang sangat baik,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes.

Meski angka-angka penanganan pandemi Covid-19 membaik, masih ada beberapa catatan yang perlu dikejar. Terutama cakupan vaksinasi Covid-19 secara lengkap dan vaksinasi booster untuk segera membentuk kekebalan kelompok.

BACA JUGA :   Demi Percepatan Kebangkitan Ekonomi, Vaksinasi UMKM Kota Bandung Digenjot

”Untuk mencegah risiko terburuk dari infeksi Covid-19 faktor berikutnya yang harus dikejar dengan cepat adalah pemenuhan vaksinasi lengkap dan booster secara nasional. Apabila angka vaksinasi lengkap dan booster dengan cepat kita penuhi, persiapan menuju epidemi akan semakin cepat kita bisa lakukan,” kata dr. Nadia.

Terbukti dari data Kemenkes, vaksinasi lengkap dan booster sangat mampu mengurangi risiko dirawat dan kematian dibandingkan kepada orang yang tidak divaksinasi maupun vaksinasinya belum lengkap.

BACA JUGA :   Kemenkes Kebut Kedatangan Obat Gangguan Gagal Ginjal Akut, Diberikan Gratis
BACA JUGA :   Mulai Selasa Malam, Exit Test PCR Hanya 1 Kali

Sebanyak 70% dari 8.230 pasien meninggal yang sudah diaudit Kemenkes belum menerima vaksinasi lengkap. Hal ini semakin parah apabila infeksi Covid-19 terjadi pada lansia dengan angka fatalitas mencapai 56%. Pasien komorbid yang menjadi korban meninggal juga dalam audit Kemenkes mencapai 51%.

Laju vaksinasi hari ini mencatat penambahan cukup baik. Vaksinasi dosis 1 mencapai 193.427.015 (92,88%). Lalu vaksinasi dosis 2 mencapai 151.412.614 (72,70%), booster 14.610.790 (7,02%). Laju vaksinasi secara total tercatat 1.101.260 dosis per hari. ***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here