Rabu, Februari 8, 2023

Covid19 Adalah Ujian Maha Dahsyat, Kata Wali Kota Bogor di Semarang

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

SEMARANG, newsatu.com — Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menggelar Seminar dan Expo RSUD Anggota APEKSI dalam rangka Summit Kabupaten/Kota Sehat 2022, 28-30 Maret 2022, di Kota Semarang.

Dalam Seminar Nasional bertajuk Inovasi Penguatan Kemandirian dan Tata Kelola & Best Practice RSUD itu, turut hadir Ketua Dewan Pengurus Apeksi Bima Arya (Wali Kota Bogor), dengan narasumber Wali Kota Madiun Maidi, Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir, dan Dirut RSUD Kota Semarang Susi Herawati.

Dalam sambutannya, Bima Arya mengatakan, pandemi Covid19 merupakan ujian kepemimpinan, kesehatan dan keimanan. “Ini ujian yang maha dahsyat, ini ujian tentang kualitas hidup manusia, karena kesehatan dan kualitas hidup itu penting sekali,” katanya, Selasa (29/3).

BACA JUGA :   Ditemukan 46 Kasus Omicron di Indonesia, Pemerintah Perketat Karantina
BACA JUGA :   Ketua DPD RI Terima Gelar Datuk I Puatta dari Kesultanan Kadriyah Pontianak

Menurutnya, ujian ini tidak hanya mengatasi pandemi, tetapi menjemput dan menyongsong bonus demografi dimana usia produktif akan lebih banyak.

“Ini (bonus demografi) siap atau tidak. Urusannya stunting, penyakit menahun dan membangun jaringan paliatif. Jadi tidak hanya infrastruktur,” jelasnya.

Untuk itu Wali Kota Bogor ini berharap melalui kegiatan yang menghadirkan para pelaku kesehatan dan pemangku kepentingan daerah di Indonesia ini, selain untuk berbagi pengalaman, juga menjadi ajang mencari ilmu untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas kesehatan.

BACA JUGA :   Kemenkes Sasar 5 Regional sebagai Target Eliminasi Indonesia Bebas Malaria 2030

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi langkah strategis dalam menjemput masa depan yang lebih normal untuk menjadikan kesehatan sebagai panglima,” tegas Bima Arya.

Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir memaparkan mengenai tema ‘RSUD Kota Bogor Menjawab Tantangan’ dengan mengawali pemutaran profil. Dia mengatakan, Kota Bogor memiliki visi mewujudkan kota yang ramah keluarga dengan misi menjadikan Kota Sehat, Cerdas dan Sejahtera.

“RSUD Kota Bogor masuk di misi Kota Sehat dengan program unggulan Bogor Merenah, Bogor Kasohor, Bogor Samawa, Abdi Bogor,” katanya.

BACA JUGA :   Tim Kemenkes Bergerak Sejak Sabtu Malam untuk Bantu Korban Semeru

Ilham menyatakan, RSUD Kota Bogor masuk rumah sakit tipe B dengan pengelolaan keuangan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) penuh. Memiliki kapasitas tempat tidur berjumlah 425 bed dan akan terus diperluas.

BACA JUGA :   151 Nakes Siap Diterjunkan Kemenkes di 28 Puskesmas Bertatus Terpencil dan Sangat Terpencil

Selain itu, ada 45 jenis pelayanan dan 2 layanan unggulan di RSUD Kota Bogor dengan jumlah 1.242 pegawai, termasuk 90 orang ASN.

Ilham menambahkan, pihaknya ingin menjadikan RSUD Kota Bogor sebagai rumah sakit rujukan regional, digitalisasi rumah sakit, rumah sakit penelitian, rumah sakit unggulan layanan kanker, jantung dan rumah sakit tipe A.

“Saat ini ada kebijakan perubahan SOTK dari 2 wadir (wakil direktur) menjadi 3 wadir yang didorong pak wali untuk mempercepat akselerasi,” ujarnya.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here