Rabu, Februari 8, 2023

Indonesia Kecam Aksi Pembakaran Kitab Suci Al-Qur’an di Swedia

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Indonesia mengecam aksi pembakaran kitab suci Al-Qur’an di Swedia oleh Rasmus Paludan, seorang politisi Denmark, di kota Linkoping dan Norkoping, Kamis (14/4)

Rasmus Paludan melakukan aksi penistaan kitab suci serupa pada Jumat (15/4)  di Kota Rinkeby dan Orebro, Swedia.

Meski begitu, Jurubicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah, Sabtu (16/4), meminta agar warga Indonesia di Swedia tidak terprovokasi.

Menurut Teuku, Rasmus menggunakan argumentasi kebebasan berekspresi untuk melecehkan agama dan kepercayaan satu kelompok.

BACA JUGA :   Virus Corona Varian Omicron Diragukan Bisa Dicegah dengan Vaksin

“Menggunakan argumentasi kebebasan berekspresi untuk melecehkan agama dan kepercayaan satu kelompok adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Di sisi lain, KBRI Stockholm telah meminta seluruh WNI dan diaspora Indonesia di Swedia tidak terpancing dan menghindari perbuatan yang berpotensi dapat melanggar hukum dan peraturan di Swedia.

BACA JUGA :   Aplikasi TeleJamaah Disiapkan Kemenkes untuk Permudah Pantau Kondisi Jemaah Haji Risiko Tinggi

Sebelumnya, kelompok anti-Muslim garis keras di Swedia pimpinan politisi sayap kanan Rasmus Paludan membakar Al Quran. Tindakan ini berujung demonstrasi hingga melukai sembilan polisi.

BACA JUGA :   LaNyalla Mattalitti Minta Pemerintah Beri Akses Pendidikan bagi Suku Tertinggal

Insiden tersebut bermula saat Rasmus dan partainya Stram Kurs berniat membakar Al Quran. Ratusan orang pun turun ke jalan untuk menentang tindakan ini di kota Linkoping, pantai timur Swedia pada Kamis (15/4).

Demo itu berujung ricuh. Menurut rekaman di lokasi kejadian, terlihat sebuah mobil terbakar dan puluhan orang bertopeng menyerang mobil polisi. Imbasnya, sejumlah anggota kepolisian dilarikan ke rumah sakit.

“Di Swedia orang-orang boleh mengekspresikan pendapat mereka, baik berselera baik atau buruk, itu adalah bagian demokrasi kita. Tak peduli, apa yang Anda pikirkan, Anda tak boleh menggunakan kekerasan,” kata Magdalena Andersson, PM Swedia, seperti dikutip AFP, Sabtu (16/4).

BACA JUGA :   Pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia dari Madinah ke Makkah Dimulai 12 Juni
BACA JUGA :   LaNyalla Mattalitti Minta Pemerintah Beri Akses Pendidikan bagi Suku Tertinggal

Menurutnya, aksi Paludan bertujuan menghasut agar terjadi kericuhan dan saling lawan.

“Kami tak akan pernah menerimanya. Ini adalah jenis reaksi kekerasan yang dia (Paludan) ingin lihat. Tujuannya untuk menghasut orang agar saling melawan,” katanya.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here