Sabtu, Mei 21, 2022

Berminat Jadi Imam Masjid di Uni Emirat Arab? Ini Syarat-syaratnya

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, difanews.com — Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka seleksi imam masjid asal newsatuuntuk ditempatkan di Uni Emirat Arab (UEA). Pendaftaran seleksi dibuka 25 April hingga 7 Mei 2022.

“Kita menjaring lebih banyak calon imam dari seluruh Indonesia,” ungkap Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin di Jakarta, Sabtu (23/4).

Menurut Kamaruddin, pada 2021 lolos 50 imam, dan 30 orang di antaranya diberangkatkan untuk bertugas di UEA. Sedangkan 20 imam berikutnya diberangkatkan setelah Idul Fitri 1443 H. Mereka mendapat penempatan di beberapa negara bagian UEA.

“Tahun 2022 ini ditargetkan terseleksi 150 orang untuk ditugaskan menjadi duta Indonesia sebagai imam di masjid-masjid di UEA,” katanya.

Kamaruddin menerangkan, pengiriman imam masjid ke UEA merupakan bagian strategis dari kerja sama bilateral Indonesia dan UEA. Para imam masjid juga menjadi duta Indonesia di sana.

BACA JUGA :   Kemenag Terbitkan KMA Kuota Haji 1443 H, Ini Sebaran Kuotanya di 34 Daerah
BACA JUGA :   Mobil Layanan Haji & Umroh Diluncurkan untuk Jamah Seluruh Daerah di Indonesia

“Program ini ikut berkontribusi pada peningkatan kerja sama bilateral kedua negara, termasuk meningkatkan citra Indonesia di mata masyarakat UEA,” tambahnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib menambahkan, imam masjid asal Indonesia diminati lantaran berpaham ahlus sunnah wal jamaah. Hal ini menjadi nilai tambah, selain kemampuan dalam membaca Al-Qur’an.

“Indonesia ini memiliki jumlah umat Islam terbesar di dunia. Indonesia memiliki banyak lembaga pendidikan Islam. Umat Islamnya moderat, berperilaku mulia, pahamnya ahlus sunnah wal jamaah dan cara pikirnya wasatiah (moderat),” kata Adib.

BACA JUGA :   Si Gesit, Molis Buatan PLN Ini, Bisa Lari 70km Per Jam

Karakter ini, tambah Adib, merupakan bagian penting dalam ajaran Islam sebagai pembawa kasih sayang bagi semesta alam.

Seleksi imam masjid dilakukan secara daring dan luring. Pendaftaran dilakukan secara online. Setelah berkas administrasi calon peserta masuk, Kemenag akan memverifikasi dan mengumumkan peserta yang berhak mengikuti tes pada 9 Mei 2022.

“Waktu seleksinya kami tetapkan selama tiga hari melalui daring, 10 hingga 12 Mei 2022. Hasilnya diumumkan secara daring pada 13 Mei 2022,” katanya.

“Bagi yang lulus seleksi administrasi, harus mengikuti seleksi wawancara pada 15 Mei 2022 yang digelar secara luring,” tambahnya.

BACA JUGA :   Kemenkes Sasar 5 Regional sebagai Target Eliminasi Indonesia Bebas Malaria 2030

Berikut syarat dan ketentuan peserta seleksi:

  1. Hafal Al-Quran 30 juz
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Menguasai ilmu tajwid (teori dan praktik)
  4. Dapat berkomunikasi dalam Bahasa Arab
  5. Memahami hukum fikih
  6. Memiliki suara yang fasih dan merdu
  7. Tidak bergabung dalam partai politik
  8. Memiliki keterampilan retorika dakwah dan berkhutbah
  9. Berakhlak mulia
  10. Berfaham ahlus sunnah wal jamaah dengan manhaj wasathiyah
  11. Usia minimal 25 tahun/sudah menikah
BACA JUGA :   Targetkan Udara Bersih dan Sehat, Provinsi Jabar Canangkan Program Uji Emisi

 

Calon imam yang memenuhi syarat bisa mengikuti seleksi dengan mendaftar di http://bimasislam.kemenag.go.id pada menu Seleksi Imam Masjid dengan melampirkan file berikut:

  1. KTP
  2. KK
  3. Ijazah terakhir
  4. Sertifikat/Keterangan hafal 30 juz dari Lembaga Pendidikan /Organisasi Tahfidz
  5. Rekomendasi dari lembaga pendidikan Islam atau ormas Islam

Berapa besaran gaji terendah imam masjid di UEA? Kabarnya, gaji terendah Rp20 juta dengan fasilitas penginapan sangat memadai.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here