Senin, Januari 30, 2023

Ternyata, Jagung Bisa Bantu Turunkan Gula Darah Penderita Diabetes, Caranya?

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Jagung, panganan sederhana yang bisa dijumpai di mana saja di Indonesia, ternyata punya manfaat penting untuk menurunkan gula darah.

Dikutip dari Healthline, jagung merupakan sumber energi, vitamin, mineral, dan serat. Buah ini juga rendah sodium dan lemak. Satu tongkol jagung manis ukuran sedang yang dimasak mengandung:

  • Kalori 77
  • Karbohidrat 17,1 gram
  • Serat makanan 2,4 gram
  • Gula 2,9 gram
  • Serat 2,5 gram
  • Protesin 2,9 gram
  • Lemak 1,1 gram

Jagung juga mengandung:

  • Vitamin A
  • Vitamin B
  • Vitamin C
  • Kalium
  • Magnesium
  • Besi
  • Seng
BACA JUGA :   Ketua DPD RI Dorong Pemerintah Beri Bantuan Nyata untuk Pelaku UMKM

Bagaimana makanan mempengaruhi gula darah ditunjukkan oleh indeks glikemik (GI). Makanan rendah glikemik mendapat skor kurang dari 55. Nah, indeks glikemik jagung adalah 52.

BACA JUGA :   Asproksi: Ini 2 Efek Penggunaan Alat Kesehatan Dalam Negeri

Jika menderita diabetes, fokus Anda adalah pada makanan rendah GI. Jika tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, kemungkinan besar Anda akan mengalami kelebihan glukosa darah.

Makanan dengan GI tinggi melepaskan glukosa dengan cepat. Makanan rendah glikemik cenderung melepaskan glukosa secara perlahan dan mantap, yang berguna untuk menjaga glukosa darah tetap terkendali.

BACA JUGA :   Untuk Kali Kedua, Ditjen Perbendaharaan Hibahkan BMN kepada Lembaga Sosial

Sementara ukuran porsi dan karbohidrat yang bisa dicerna termasuk dalam beban glikemik (GL).

GL dari satu tongkol jagung ukuran sedang adalah 15. Sebuah studi selama 52 pekan terhadap pasien dengan diabetes tipe 2 membandingkan efek dari diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak versus diet tinggi karbohidrat dan rendah lemak.

Meskipun kedua diet meningkatkan kadar gula darah rata-rata, berat badan, dan glukosa puasa, diet rendah karbohidrat bekerja jauh lebih baik untuk kontrol glukosa secara keseluruhan.

BACA JUGA :   Pemkot Siap Gelar Bogor Flora Festival pada Agustus-September, Catat Tanggalnya
BACA JUGA :   Penyakit Jantung Menyedot Pembiayaan BPJS Tertinggi, Ini Jalan Keluar yang Disiapkan Kemenkes

Cara Konsumsi Jagung

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, konsumsi tinggi flavonoid, seperti yang ditemukan dalam jagung, mengurangi risiko penyakit kronis, termasuk diabetes.

Studi ini juga menunjukkan, asupan moderat pati resisten (sekitar 10 gram per hari) dari jagung bisa mengurangi respons glukosa dan insulin. Konsumsi jagung utuh secara teratur meningkatkan kesehatan pencernaan dan bisa menurunkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2 dan obesitas.

So, jangan abaikan jagung.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here