Jumat, Februari 3, 2023

Demi Pembangunan dan Kelestarian Waduk Cibeet, Air Terjun Cibeet Pun Harus Dirawat Optimal

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

CIBINONG, newsatu.com — Pembangunan Waduk Cibeet di Kabupaten Bogor menjadi Program Strategis Nasional (PSN). Dalam rangka menjaga dan mengamankan aset negara ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk mengoptimalkan pelestarian wilayah hulu Waduk Cibeet, yakni Air terjun (Curug) Cibeet.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin saat memimpin Rapat Pembahasan Optimalisasi Pengembangan Curug Cibeet dan Penangkaran Rusa Kecamatan Tanjungsari, di Ruang Rapat I Setda, Selasa (28/6), menjelaskan bahwa pembangunan Waduk Cibeet menjadi Program Strategis Nasional.

BACA JUGA :   Tertangkap Selundupkan 15kg Sabu, 3 Warga Padang Terancam Hukuman Mati
BACA JUGA :   Tertangkap Selundupkan 15kg Sabu, 3 Warga Padang Terancam Hukuman Mati

Nah, agar Waduk Cibeet itu lestari, maka wilayah hulunya harus lestari juga, terutama Air Terjun (Curug) Cibeet.

“Pemkab Bogor bersinergi dengan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama melindungi Curug Cibeet agar tetap menjadi ruang terbuka hijau, tapi tetap ada nilai manfaatnya,” jelas Burhanudin di laman bogorkan.go.id.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Juni 2021. MoU tersebut untuk mengoptimalkan potensi wisata alam curug, karena ada 110 curug yang ada di lahan milik Perhutani.

BACA JUGA :   Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023 Total 24 Hari, Berapa Hari Libur Idul Fitri?

“Pengamanan aset negara ini menjadi tanggung jawab kita bersama termasuk dalam rangka mengoptimalkan aset negara tersebut,” kata Burhanudin.

BACA JUGA :   Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023 Total 24 Hari, Berapa Hari Libur Idul Fitri?

Waduk Cibeet akan dibangun di lahan seluas 1.700,26 hektare di delapan desa di dua kecamatan, yaitu Tanjungsari dan Cariu. Waduk tersebut diyakini dapat mereduksi banjir di kawasan, untuk irigasi, kebutuhan air baku, artinya bisa digunakan untuk kebutuhan air baku PDAM, bisa juga untuk PLTA dan tentunya untuk kegiatan pariwisata.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here