Minggu, Agustus 14, 2022

Lewat Film ‘Doa yang Tersirat’, Sultra Bersinar di Kompetisi Film Pendek Islam 2022

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Provinsi Sulawesi Tenggara meraih prestasi di tingkat nasional. Film ‘Doa yang Tersirat’ karya Luxfigura Picture meraih posisi runner-up pada Kompetisi Film Pendek Islam (KFPI) Tahun 2022.

Malam pengumuman dan penganugerahan gelar berlangsung di Jakarta, Jumat (22/07). Hadir menyaksikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. Turut hadir, Kakanwil Kemenag Sulawesi Tenggara, Zainal Mustamin serta Plh. Kabid Penais dan Pemberdayaan Zakat Wakaf Kanwil Sultra, Andi Intang.

KFPI tahun 2022 melibatkan senior perfilman nasional dan juri perfilman luar negeri Christine Hakim sebagai Ketua Dewan Juri. Kompetisi ini sudah digelar empat kali oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.

BACA JUGA :   Jaring Calon Pengusaha Muda, Kadin Kota Bogor Helat Youth Entrepreneurship Competition 2021
BACA JUGA :   Kasus Konfirmasi Covid-19 Menurun Signifikan, Pemerintah Terus Imbau Disiplin Prokes dan Vaksinasi

Film ‘Doa yang Tersirat’ berdurasi 9 menit 33 detik. FIlm ini bercerita tentang seorang ojek online (Ojol) bernama Randa yang taat beribadah bertemu seorang wanita pekerja malam bernama Ica. Pertemuan berawal dari hubungan antara penumpang dan driver dan lambat laun berubah menjadi hubungan persahabatan yang membawa ke arah kebaikan.

Film yang secara keseluruhan menggunakan Bahasa Tolaki (bahasa mayoritas di Provinsi Sulawesi Tenggara) menjadi daya tarik tersendiri bagi seluruh penonton. Karena, selain penuh dengan nasihat, film ini sekaligus memperkenalkan kepada penonton bahasa daerah yang ada di wilayah Indonesia.

BACA JUGA :   Selintas Melihat Hiruk Pikuk Layanan Haji di Kantor Urusan Haji di Jeddah

Piala penghargaan diterima langsung oleh sutradara Film ‘Doa yang Tersirat’, Dedeng. Selain piala, dia juga mendapat uang pembunaan senilai 30 juta rupiah. Untuk menjadi runner-up, film ‘Doa yang Tersirat’ harus bersaing dengan lebih 1400 film lainnya.

BACA JUGA :   Asproksi Pusat Resmi Lantik Asproksi Bekasi

Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara Zainal Mustamin mengapresiasi prestasi ini.

“Masyarakat Sulawesi Tenggara patut berbangga dan berterima kasih atas terpilihnya film ‘Doa yang Tersirat’ sebagai juara dua nasional. Apalagi  kompetisi ini diikui lebih 1000 peserta dari 34 Provinsi. Kita beri apresasi yang luar biasa,” pungkasnya.

BACA JUGA :   ​2 Film Indonesia Diputar di Festival Film Wanita Internasional di Suriah

Film berjudul ‘Seberkas Cinta dari Dita’, yang sebelumnya meraih juara I tingkat DIY, dinobatkan sebagai juara I tingkat nasional. Pada KFPI 2021 lalu, film dari DIY berjudul ‘The Journey’ juga meraih juara I nasional.

 

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here