Selasa, September 27, 2022

Wujudkan Rasa Syukur atas Hasil Panen, Malasari Bogor Lestarikan Upacara Adat Seren Taun

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

NANGGUNG, newsatu.com – Upacara Adat Seren Taun merupakan bentuk dari Perayaan Tahun Baru Islam pada 1 Muharam tahun Hijriah. Dapat diartikan sebagai penyerahan hasil panen yang baru dilewati serta memohon berkah dan perlindungan kepada Allah pada musim berikutnya.

Masyarakat adat Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Bogor, tahun ini mengusung thema Seren Taun, “Ngahiji Ngajadi Hiji”. Prosesi gelaran Seren Taun yang digelar 4-6 Agustus 2022 berlangsung khidmat penuh nilai-nilai spiritual.

Kasepuhan Malasari, Abah Udin Saepudin mengungkapkan, gelaran ini intinya sebagai ajang silaturahmi mendekatkan antar keluarga dan persaudaraan, termasuk  mensyukuri hasil pertanian.

BACA JUGA :   Dilepas Kapolda Babel, Tim Jelajah Kebangsaan PWI akan Taklukkan Kerinci

“Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak, yang nantinya dapat saling memberi, saling mengasihi, dan saling menyayangi, silih asah, silih asih, silih asuh itu yang jadi faktor utamanya. Insyaa Allah jika sudah saudara-saudara bersatu, seikatan, setujuan, yakin negara pasti aman sejahtera, aman sentosa, itulah faktor utamanya”, ungkap Abah Udin.

BACA JUGA :   Raffi Ahmad Beri Dukungan Serius Terhadap Turnamen Basket FIBA Asia Cup 2022 di Jakarta
BACA JUGA :   Covid-19 Tak Menyurutkan Semangat Nughie untuk Berkarya

Salah satu tokoh masyarakat atau tokoh adat Desa Malasari, Sukendar menyampaikan, Seren Taun kasepuhan Malasari tahun ini juga digelar Rembug Petani yang dilanjutkan dengan pemberian bibit. Bahkan, masyarakat adat di Malasari juga telah berhasil menjaga ketahanan pangan dengan memanfaatkan kekayaan alam secara bijak dan kearifan lokal yang dimiliki.

“Rembug Petani ini memang baru beberapa tahun kita lakukan karena Seren Taun juga erat kaitannya mengelola pertanian, masyarakat adat Kasepuhan Malasari ini kan mayoritas memang petani,” kata Sukendar.

BACA JUGA :   Andre Pahabol Ingin Kopi Papua Go Global
BACA JUGA :   Ketua DPD RI Terima Gelar Datuk I Puatta dari Kesultanan Kadriyah Pontianak

Semua, lanjut Sukendar, tidak terlepas dari adanya kendala, yang paling signifikan di kita ini kalau bicara mengenai isu pertanian, berkaitan dengan masalah hama terutama hama babi, kera, termasuk juga burung.

“Jadi kita akan coba bedah, kita juga akan coba padukan dengan program pemerintah nanti kita akan minta pendapat, bagaimana isu yang berkembang berkaitan dengan masalah pertanian ini sesuai dengan harapan”, terang Sukendar.

 

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here