Selasa, November 29, 2022

50 dari 7.826 Peserta Festival Pendidikan Agama Islam Ternyata Non-Muslim

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

SERPONG, newsatu.com – Kementerian Agama pada 14 September 2022 mengumumkan 7.826 siswa lolos seleksi administratif pada tahap pendaftaran peserta Festival Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun 2022. Dari jumlah itu, ada sekitar 50 siswa yang beragama non-Islam.

“Kami identifikasi, festival PAI 2022 tidak hanya diikuti siswa muslim, tapi ada juga siswa beragama lainnya, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan juga Konghucu,” ujar Kasubdit PAI pada SMA/SMLB, Abdullah Faqih, di Jakarta, Minggu (18/9).

BACA JUGA :   BMKG Mengeluarkan Peringatan Untuk Kawasan Sukabumi Selatan dan Sekitarnya, Awas Gelombang Tinggi!!!

“Mereka saat ini bersama ribuan peserta yang lain, tengah mengikuti coaching dan mentoring penguatan moderasi beragama,” sambungnya.

BACA JUGA :   CDC Ungkap Indonesia Berisiko Rendah Penularan COVID-19

Menurut Faqih yang juga penanggung jawab Festival PAI 2022, pihaknya memang memberi kesempatan semua siswa SMA/SMK dari berbagai latar belakang agama untuk ikut dalam festival ini. Dia berharap ajang ini bisa jadi media komunikasi dan saling memahami perbedaan antarsiswa.

BACA JUGA :   Asproksi Jawa Tengah Siap Dilantik 16 Oktober

“Secara konseptual, Festival PAI ini memang tidak hanya dapat diikuti siswa beragama Islam saja,” katanya.

Di Festival PAI ini, Faqih melanjutkan, para pelajar diberikan ruang untuk berinteraksi secara positif melalui kompetisi dengan tema moderasi beragama.

“Kami buka kesempatan seluasnya untuk siswa agar ajang ini menjadi panggung dan momentum bersama untuk lebih saling menghargai perbedaan dan bertoleransi,” papar Faqih.

Dijelaskan Faqih, Festival PAI SMA dan SMK Tahun 2022 menggelar tiga jenis kompetisi yang dapat diikuti secara perorangan maupun grup, yaitu Debat Isu Islam Kontemporer (Islamic Trending Issue Debate Competition), Cipta Konten Islami di Media Sosial (Islamic Content Creator Challange on Social Media), dan Proyek Inovasi Moderasi Beragama (Moderasi Beragama Innovation Project).

BACA JUGA :   Kadin Ingin Wujudkan Industri Halal sebagai Salah Satu kekuatan Ekonomi Indonesia
BACA JUGA :   Asproksi Jawa Tengah Siap Dilantik 16 Oktober

“Teman-teman yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu, bisa ambil bagian pada tema yang mereka anggap relevan,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here