Selasa, November 29, 2022

Soal Mayat Dalam Peti Hidup Lagi, Dirut RSUD Kota Bogor Bilang Tak Tahu Menahu

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

KOTA BOGOR, newsatu.com – Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Ilham Chaidir, menegaskan pasien yang disebut berinisial US yang sempat heboh di media sosial karena dikabarkan kembali hidup setelah dinyatakan meninggal dunia dan dimasukan ke dalam peti, datang ke RSUD dalam keadaan sadar.

Sebelumnya, beredar video di media sosial dengan deskripsi ‘mayat hidup kembali di RSUD Kota Bogor’. Kabar itu pun dengan tegas dinyatakan tidak benar oleh pihak RSUD.

Ilham menegaskan bahwa cerita pasien sebelum dibawa ke RSUD Kota Bogor itu terjadi di luar RSUD Kota Bogor.

BACA JUGA :   Mahasiswa Poltekkes Dituntut Lebih Kreatif

Karena kata dia, saat tiba di RSUD Kota Bogor pada 11 November 2022, pasien datang dalam keadaan sadar meski mengalami penurunan kesadaran.

BACA JUGA :   Gedung Graha Utama H. Masjchun Sofwan di RSUD Raden Mattaher Jambi Diresmikan Wamen, Ini Pesannya

“Penurunan kesadaran yang disebabkan gangguan kekurangan oksigen pada otak, seperti itu lebih kurang,” katanya.

Ketika pasien tiba di IGD RSUD, sesuai SOP dalam menerima dan menangani pasien, petugas rumah sakit langsung melakukan penanganan dengan baik.

BACA JUGA :   Setu Rawa Kalong Rampung April-Mei 2022, akan Ada Arena Memancing

Saat ini kata Ilham, pasien sudah masuk ruang rawat inap dalam keadaan membaik dan masih dalam penanganan serta pengawasan intensif.

Mengenai kabar pasien tersebut sempat dinyatakan meninggal, kata Ilham, cerita itu berawal dari hebohnya pihak keluarga dan tetangga pasien di kediamannya di wilayah Rancabungur, Kabupaten Bogor.

Dari keterangan pihak yang membawa pasien ke RSUD, pasien tersebut sempat dibawa ke klinik 24 jam terlebih dahulu.”Kata klinik 24 jam itu tidak bisa (ditangani di klinik) harus langsung ke rumah sakit. Di rumah sakit (datang) enggak pakai peti. Seperti pasien biasa, pakai ambulance,” katanya.

BACA JUGA :   Apa Saja Syarat Indonesia Bisa Bertransisi dari Pandemi Menuju Endemi?
BACA JUGA :   Mahasiswa Poltekkes Dituntut Lebih Kreatif

Mengenai pasien yang dikabarkan didiagnosa sudah meninggal dunia sebelum dibawa ke RSUD, pihak keluarga juga tidak bisa menjelaskan rumah sakit yang mendiagnosanya dan tidak bisa menunjukan surat kematian dari rumah sakit yang mendiagnosa.

“Jadi kami dari RSUD domainnya membantu pasien sesuai SOP aja. Di luar itu bukan kewenangan kita, terkait kisah sebelumnya bisa tanya kepada keluarganya langsung,”ujarnya.***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here