Jumat, Februari 3, 2023

Kepergian Budayawan Betawi Ridwan Saidi, Kerugian Besar bagi Bangsa Indonesia

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Budayawan Betawi, sejarawan dan sekaligus politikus Alm Ridwan Saidi dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Selatan, Ahad (25/12). Ridwan Saidi mengembuskan napas terakhir pada Ahad pagi pukul 08.35 WIB di RSPI Bintaro, Tangerang Selatan.

Kepergian Ridwan Saidi tentu menjadi kehilangan besar bagi rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Betawi seperti dikatakan anggota DPR fraksi Gerindra Ahmad Muzani.

Muzani mengatakan, sosok Ridwan merupakan saksi hidup bukti perjalanan bangsa Indonesia. Dia pun mengaku telah mengenal Ridwan sejak 1990.

BACA JUGA :   Kasus Covid19 Naik Lagi, PPKM Level 2 Diberlakukan Lagi di Sejumlah Daerah, di Mana Saja?

“Seorang yang menjadi saksi dari setiap peristiwa sejarah, almarhum H Ridwan Saidi bin Abdul Rahman. Beliau adalah ensiklopedia hidup yang bisa menceritakan setiap episode sejarah bangsa Indonesia, dan hari ini beliau telah wafat di usia 80 tahun,” ucap dia.

BACA JUGA :   Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2023 Digelar PWI Pusat, Apa Saja Syaratnya?

“Beliau adalah orang yang sangat menguasai sejarah, beliau orang yang sangat menguasai setiap episode perjalanan bangsa,” sambung Muzani.

BACA JUGA :   Green Wilis Siap Kucurkan Dana Hibah Berupa Alat Kesehatan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Menurut dia, Budayawan Betawi itu adalah orang yang banyak menghabiskan waktunya dalam bidang kebudayaan dan keseniannya. Terlebih Ridwan, adalah orang yang kaya pengalaman dan dapat menceritakan perjalanan bangsa dan agama dari berbagai sisi.

Ridwan yang sempat duduk di kursi Parlemen ini menikah dengan seorang wanita kelahiran Minang, Sumatera Barat, bernama Yahma Wisnani, pada 1977. Mereka dikaruniai lima orang anak, Syarifah Jihan Marina, Syarif Razvi, Rifat Najmi, Ferhat Afkar, dan Shahin Maulana.

BACA JUGA :   Akibat Erupsi Semeru, 10.400 Warga Masih Mengungsi di 400 Titik
BACA JUGA :   Menkes Budi Resmi Buka Pameran Inovasi Teknologi Kesehatan di Tangerang

Almarhum tutup usia pada usia 80 tahun. Pria kelahiran Jakarta 2 Juli 1942 ini semasa hidupnya dikenal sebagai budayawan Betawi, sejarawan, dan intelektual Islam.

Menurut catatan, alamarhum juga merupakan mantan anggota DPR melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada tahun 1977-1987. Dia tercatat sebagai lulusan Fakultas Ilmu-ilmu Sosial (FIS) Universitas Indonesia.***

 

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here