NEWSATU.COM – Menjelang pengumuman evaluasi indeks global MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang memicu dinamika di pasar modal, Yayasan Titi Moertolo justru mengambil langkah berani dengan memperkuat basis investasi independennya.
Langkah ini sekaligus merespons imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang meminta para investor untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara emosional.
OJK sebelumnya menegaskan bahwa gejolak pasar yang mungkin terjadi merupakan bagian normal dari proses penyesuaian dan reformasi pasar modal demi meningkatkan transparansi serta daya saing investasi nasional.
Pendiri Yayasan Titi Moertolo, Dr. dr. Titi Fauzia Moertolo, SpKK., FINSDV, menyatakan optimisme yang tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia. Yayasan yang bergerak di bidang investasi berbasis dana independen ini tetap melihat Indonesia sebagai magnet investasi yang kuat untuk jangka panjang.
“Kami sangat menghormati kebijakan regulator dan memahami bahwa dinamika pasar adalah bagian dari penguatan sistem investasi nasional. Kuncinya adalah menjaga kepercayaan dan tetap fokus pada nilai investasi jangka panjang,” ungkap Dr. Titi Fauzia Moertolo dalam keterangan resminya.
Sasar Pendana Internasional
Untuk memperkokoh posisinya, Yayasan Titi Moertolo kini bergerak agresif memperluas jaringan strategis global. Pihak yayasan tengah intens menjalin komunikasi dan menjajaki kerja sama dengan sejumlah calon pendana serta mitra investasi dari luar negeri yang tertarik dengan potensi pasar domestik.
Penjajakan ini dilakukan untuk memperkuat sumber pendanaan independen yayasan. Dana segar tersebut nantinya akan dialokasikan untuk mendukung berbagai program investasi produktif dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Langkah reformasi yang digalakkan oleh regulator dinilai akan berdampak positif pada iklim investasi ke depan. Terlebih, OJK mencatat pertumbuhan investor domestik yang solid kini menjadi benteng utama ketahanan pasar modal Indonesia dari guncangan global.
Menutup keterangannya, Yayasan Titi Moertolo menegaskan komitmen penuh mereka terhadap prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance), transparansi, dan kepatuhan regulasi.
Dengan sokongan dana independen dan jaringan internasional yang terus menggeliat, yayasan optimistis momentum reformasi ini akan semakin meningkatkan kepercayaan investor luar negeri terhadap masa depan ekonomi Indonesia.***








