Senin, Agustus 3, 2026

Ambisi Mauricio Pochettino Tinggalkan Warisan Abadi untuk Sepak Bola AS, Siap Bawa Terbang AS di Piala Dunia 2030

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

NEWSATU.COM — Mauricio Pochettino secara resmi teken perpanjangan kontrak untuk tetap menjabat sebagai pelatih kepala Tim Nasional Amerika Serikat (USMNT) hingga gelaran Piala Dunia 2030 mendatang, demikian diumumkan secara resmi oleh federasi sepak bola AS (US Soccerpada Senin (3/8).

Juru taktik berusia 54 tahun tersebut mulai mengambil alih kemudi tim pada 2024 dan berhasil membawa Amerika Serikat menembus babak 16 besar pada gelaran Piala Dunia baru-baru ini, di mana AS bertindak sebagai salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.

“Sangat jelas bagi kami bahwa ada potensi sangat besar untuk membuat program tim nasional pria menjadi jauh lebih kuat,” ujar Pochettino, pelatih asal Argentina yang staf kepelatihannya juga menyepakati perpanjangan kontrak baru.

“Antusiasme dan passion luar biasa yang kami rasakan dari para suporter sepanjang Piala Dunia makin memperkuat keyakinan kami tentang apa yang mungkin dicapai di sini… Kami ingin mencoba memberikan dampak yang bertahan lama bagi olahraga ini di negara yang telah menyambut kami dengan begitu hangat, dan dampak tersebut melampaui sekadar hasil di atas lapangan.”

Skuad Amerika Serikat berhasil mengemas tiga kemenangan dalam satu edisi Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebelum langkah mereka dihentikan oleh Belgia pascamunculnya kontroversi besar terkait keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman kartu merah untuk striker Folarin Balogun.

Mantan juru taktik Tottenham Hotspur dan Paris Saint-Germain tersebut ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan Gregg Berhalter yang mundur menyusul kegagalan AS di fase grup pada ajang Copa America 2024 saat bertindak sebagai tuan rumah.

Pochettino sukses membalikkan keadaan dan membawa AS melangkah hingga babak final CONCACAF Gold Cup 2025, sebelum takluk 1-2 dari Meksiko.

Sebelum kesepakatan ini tercapai, nama Pochettino sempat gencar dikaitkan dengan kepulangannya ke kancah klub Eropa. Namun, ia memilih bertahan bersama timnas AS hingga edisi Piala Dunia berikutnya, yang dijadwalkan akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko.

“Mauricio berhasil membangun budaya di mana para pemain saling percaya pada kelompok, percaya pada proses, dan percaya satu sama lain,” puji Presiden US Soccer, Cindy Parlow Cone. “Kami melihat dampak nyata dari keyakinan tersebut lewat cara tim ini tumbuh, bersaing, dan tampil di panggung terbesar dunia.”

Amerika Serikat sendiri belum pernah lagi menembus babak perempat final Piala Dunia Pria sejak edisi 2002, dan ekspektasi publik sempat melambung tinggi bahwa dukungan penuh suporter tuan rumah bisa membawa mereka melangkah setidaknya hingga fase tersebut.

Namun, menyusul skandal kontroversi Balogun, Belgia yang tampil penuh motivasi akhirnya mengandaskan mimpi tersebut bulan lalu lewat kemenangan telak 4-1.***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini