PAGARALAM, NEWSATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah menargetkan perluasan lahan budidaya bawang putih dari 10 hektare menjadi 50 hektare sebagai upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.
Langkah tersebut diperkuat dengan dukungan Pemerintah Pusat yang mengalokasikan 1,2 ton benih bawang putih beserta sarana produksi pertanian. Bantuan itu akan disalurkan kepada kelompok tani di wilayah dengan ketinggian 900 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang dinilai sangat cocok untuk pengembangan komoditas bawang putih.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui pengembangan komoditas strategis di berbagai daerah, termasuk Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.
“Program ini memang baru dimulai, tetapi Kota Pagaralam sudah siap lahannya untuk ditanami. Artinya, kita sudah selangkah lebih maju dalam mendukung program pemerintah pusat. Ini adalah peluang besar bagi Pagaralam untuk ikut mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih,” ujar Wali Kota H. Ludi Oliansyah, Rabu (5/8/2026).
Menurut Ludi, kebutuhan bawang putih nasional saat ini mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun, sementara sekitar 80 persen masih dipenuhi melalui impor. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi daerah yang memiliki potensi pertanian seperti Pagaralam untuk mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia menjelaskan, Kota Pagaralam memiliki lahan pertanian yang luas, termasuk sejumlah aset lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi tersebut akan didorong menjadi kawasan budidaya bawang putih yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi.
“Wilayah Pagaralam memiliki lahan pertanian yang luas, termasuk aset lahan yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Ini menjadi modal besar untuk mengembangkan bawang putih sebagai komoditas unggulan,” katanya.
Pemkot Pagaralam optimistis, pengembangan bawang putih secara bertahap dan berkelanjutan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi memasok kebutuhan pasar yang lebih luas. Selain meningkatkan produksi pangan, program ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat perekonomian daerah melalui sektor pertanian.








