NEWSATU.COM – Mantan penyerang Sheffield Wednesday dan Bolton Wanderers, Gary Madine, bersiap menukar sepatu bolanya dengan sarung tinju saat ia bersiap melakoni debut mengejutkan di atas ring, lebih dari setahun setelah memutuskan pensiun dari dunia sepak bola.
Pemain berusia 35 tahun itu dikenal dengan gaya main fisiknya yang tangguh sepanjang karier sepak bola yang penuh warna di English Football League (EFL)—perjalanan karier yang membawanya bertransformasi dari kasta League One hingga sempat merasakan atmosfer kasta tertinggi Premier League.
Kini, ia bertekad membawa ketangguhan fisiknya tersebut saat melangkah ke atas ring akhir tahun ini.
Sederet mantan bintang EFL sebelumnya telah menjajal peruntungan di dunia tinju usai gantung sepatu, dan Madine menjadi nama terbaru yang mengikuti jejak tersebut. Ia dijadwalkan bertarung dalam sebuah ajang yang juga menghadirkan sejumlah mantan pemain dari Championship hingga Premier League.
Madine beradadi luar sorotan publik setelah mengonfirmasi pensiunnya usai hanya tampil dua kali untuk klub National League North, Spennymoor Town. Hal ini membuat keputusan sang mantan penyerang untuk terjun ke dunia tinju menjadi makin menarik perhatian.
Telah terungkap bahwa Madine—yang sepanjang kariernya pernah membela klub-klub seperti Sheffield Wednesday, Bolton Wanderers, Cardiff City, dan Sheffield United—bakal tampil dalam ajang “A Night To Remember III” pada 22 Oktober mendatang di London.
Dipromotori oleh Pro Project Promotions, gelaran ini bakal berlangsung di lokasi kelas atas JW Marriott Grosvenor House, Mayfair, di mana fasilitas meja penonton dan peluang sponsor sudah mulai dibuka sebelum acara digelar.
Untuk saat ini, masih belum dipastikan siapa lawan yang bakal dihadapi Madine. Meski begitu, tentu bukan tugas mudah bagi siapa pun yang nantinya harus beradu pukulan dengan mantan striker bertubuh jangkung dan tangguh tersebut.
Ajang ini juga akan diramaikan oleh banyak wajah yang tak asing bagi para penggemar EFL. Nama-nama seperti Lee Cook, Simon Cox, Harlee Dean, Jay Emmanuel-Thomas, hingga Nile Ranger telah dikonfirmasi bakal naik ring, menyajikan kombinasi menarik dari para mantan pemain serta karakter-karakter unik dalam pertarungan yang dinantikan.
Meski sosok lawan Madine belum diumumkan saat ini, siapa pun yang terpilih diprediksi bakal menjalani laga yang berat. Pasalnya, sang mantan penyerang memiliki postur menjulang setinggi 191 cm dan sangat tersohor dengan gaya bermainnya yang mengandalkan fisik serta agresivitas sepanjang kariernya.
Sebagai sosok target-man klasik di kompetisi EFL, Madine kerap kali tak ragu memainkan “aksi kotor” di lapangan. Bahkan, ia sempat menjalani hukuman penjara selama lima bulan dari vonis awal 18 bulan usai terbukti bersalah dalam dua kasus penganiayaan berat dan penganiayaan ringan terpisah di dua kelab malam wilayah Sheffield, saat masih membela The Owls pada 2012.
Madine jelas bukan tipe orang yang ingin Anda cari masalah dengannya, dan para mantan rekannya pun bisa bersaksi soal hal itu.
Salah satu mantan rekannya di Cardiff City pada periode 2018–2020, Omar Bogle, memberikan komentar pada unggahan yang mengonfirmasi laga debut tinju Madine. Bogle secara singkat menuliskan: “Semoga beruntung bagi siapa pun yang bakal bertarung lawan dia.”
Sementara itu, Curtis Davies memang tak pernah berada dalam satu tim dengan Madine, namun ia kerap dibuat kewalahan saat harus mengawal striker jangkung tersebut ketika membela Hull City dan Derby County di Championship.
Eks bek tersebut menyuarakan hal senada dengan Bogle dan mengaku penasaran ingin melihat siapa yang bakal menjadi lawan Madine. Davies berkomentar: “petarung sejati. Siapa yang bakal jadi lawannya?”
Perjalanan Karier Berliku Gary Madine di EFL
Karier Madine dipenuhi dengan berbagai dinamika dan ujian, di mana beberapa klub memiliki kenangan yang lebih manis tentang pemain kelahiran Gateshead ini ketimbang klub lainnya.
Ia mengawali karier dari akademi Carlisle United dan tampil mengesankan di Brunton Park sebelum memicu kepindahannya ke klub besar Sheffield Wednesday.
Madine sukses membawa The Owls promosi kembali ke Championship lewat torehan 18 gol pada musim 2011/12. Namun, masalah hukum yang sempat membelitnya mengganggu perjalanannya bersama klub berjuluk The Steel City tersebut, hingga ia akhirnya menemukan rumah baru di Bolton usai menjalani sejumlah masa pinjaman.
Performa impresifnya bersama The Trotters pada paruh pertama musim 2017/18 berhasil mencuri perhatian Cardiff City. Manajer Cardiff saat itu, Neil Warnock, rela menggelontorkan dana yang dilaporkan mencapai £6 juta untuk memboyong sang penyerang.
Namun, meski The Bluebirds sukses mengamankan tiket promosi ke Premier League pada musim panas tersebut, Madine kesulitan menemukan performa terbaiknya dan gagal memenuhi ekspektasi harga mahalnya. Ia bahkan gagal mencetak satu gol pun dalam ajang kompetitif dari total 28 penampilannya.
Madine sempat menyeberang ke rival sekota dengan membela Sheffield United sebagai pemain pinjaman pada 2019 untuk membantu tim asuhan Chris Wilder meraih promosi. Kurang dari setahun kemudian, kontraknya di Cardiff diputus atas kesepakatan bersama, yang memuluskan jalannya untuk berlabuh ke Blackpool.
Penyerang pengembara ini akhirnya menemukan kestabilan di Bloomfield Road dan mencatatkan 101 penampilan bersama The Tangerines, sebelum akhirnya pulang ke wilayah timur laut Inggris bersama Hartlepool United pada 2024. Di sana ia hanya bertahan satu musim, sebelum akhirnya mencatatkan dua penampilan untuk Spennymoor dan memutuskan gantung sepatu pada usia 34 tahun.***








