NEWSATU – Pekan ini jadi minggu yang pahit bagi dua klub besar Eropa. Bayern Munchen dan Arsenal, yang sama-sama tampil luar biasa sepanjang musim, akhirnya harus merelakan rekor manis mereka terhenti. Bayern gagal menang usai ditahan Union Berlin 2-2 di Bundesliga, sementara Arsenal dipaksa imbang dramatis 2-2 oleh tim Sunderland di Premier League.
Di Jerman, Bayern Munchen datang dengan percaya diri membawa rekor 16 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Tapi Union Berlin bikin kejutan besar. Dua gol Danilho Doekhi di menit ke-27 dan 83 membuat Munchen kelimpungan. Luis Díaz dan Harry Kane memang sempat menyelamatkan muka lewat dua gol penting, tapi hasil 2-2 itu cukup untuk menghentikan laju kemenangan mereka.
Pelatih Vincent Kompany pun mengaku sedikit kecewa,
“Kami tetap tak terkalahkan, tapi kehilangan dua poin. Di Munchen, kalau gak menang artinya kalah.”
Sementara itu, di Inggris, Arsenal juga mengalami nasib serupa. Setelah menang beruntun di berbagai ajang dan tak kebobolan selama 812 menit, pasukan Mikel Arteta malah tertahan oleh Sunderland tim yang tampil penuh semangat.
Arsenal sempat unggul lewat gol Bukayo Saka dan Leandro Trossard, tapi sundulan Brian Brobbey di masa injury time memaksa skor imbang 2-2 sekaligus menghentikan rangkaian kemenangan mereka.
Arteta pun tak bisa menutupi rasa kecewanya,
“Sakit rasanya kebobolan di menit akhir. Tapi begitulah sepak bola setiap rekor pasti punya akhirnya.”
Kedua hasil itu sontak bikin media sosial ramai. Banyak fans menyebut pekan ini sebagai “Pekan Kejatuhan Raksasa”, karena dua tim elit Eropa sama-sama kehilangan rekor spesial mereka hanya dalam selang 24 jam.
Beberapa warganet bahkan membandingkan situasi Bayern dan Arsenal dengan momen legendaris “Invincibles” Arsenal 2003/04 yang berhasil melewati 49 laga tanpa kekalahan. “Bayern dan Arsenal masih jauh dari Invincibles!” tulis salah satu fans di X (Twitter).
Baik Bayern maupun Arsenal masih tetap di jalur perebutan gelar, tapi hasil imbang ini jadi pengingat: bahkan tim terkuat pun bisa goyah.
Musim masih panjang, tapi pekan ini membuktikan bahwa menjaga rekor sempurna jauh lebih sulit daripada mencapainya.
Pertanyaannya, siapa di antara keduanya yang bakal bangkit lebih cepat?







