Ada yang Masih Mengganjal pada Rencana Duel Tyson Fury Vs Anthony Joshua
CARDIFF — Meski telah dipastikan bakal bentrok pada 11 Desember mendatang di Principality Stadium, Cardiff, perselisihan di balik layar antara kubu Tyson Fury dan Anthony Joshua dilaporkan masih berlanjut.
Berbagai detail teknis hingga polemik keterlibatan pihak luar kini memicu rumor bahwa mega duel dua petinju kelas berat asal Inggris tersebut masih berisiko memanas.
Salah satu poin perselisihan terbaru adalah penentuan waktu ringwalk atau jam tayang pertandingan. Rencana penyelenggaraan yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat sengaja dirancang untuk menyesuaikan prime time pemirsa di Amerika Serikat. Namun, langkah komersial ini mendapat penolakan keras dari pihak Tyson Fury.
Manajer Tyson Fury, Spencer Brown, secara terbuka menolak opsi jam tayang dini hari tersebut karena dinilai mengorbankan fans domestik di Britania Raya.
“Saya pikir pukul 2 pagi itu terlalu larut. Masyarakat umum di Inggris tentu ingin menontonnya bersama-sama di pub, klub, atau di rumah teman,” ujar Spencer Brown saat diwawancarai Playbook Boxing.
Menurutnya, waktu pertarungan harus dimajukan agar tetap ramah bagi publik tuan rumah. “Semuanya masih dalam tahap negosiasi, tetapi kami menilai laga ini tidak boleh digelar pukul 2 pagi. 99 persen orang pasti setuju dengan hal itu.”
Sebelum persoalan jam tayang mencuat, pemilihan lokasi juga sempat memicu perdebatan. Lembaga penyiaran Netflix sempat mendorong agar duel digelar langsung di AS demi menggaet audiens global yang lebih besar, sebelum akhirnya Cardiff disepakati sebagai venue resmi.
Tak hanya itu, dinamika promotor turut memperkeruh suasana. Promotor Anthony Joshua, Eddie Hearn, bersama sang petinju menegaskan penolakan atas keterlibatan Bos UFC dan Zuffa Boxing, Dana White. Di sisi lain, Dana White sendiri mengeklaim dirinya turut terlibat dalam hajatan besar ini.
Di luar berbagai keretakan negosiasi tersebut, kepastian hukum dan kepatuhan kedua petinju sudah menunjukkan titik terang. Baik Fury maupun Joshua dipastikan telah menandatangani kesepakatan untuk menjalani tes bebas doping di bawah pengawasan VADA (Voluntary Anti-Doping Association) menjelang pertarungan.
Pertarungan ini diprediksi tetap menjadi duel terbesar dalam sejarah tinju Britania Raya, di mana pemenangnya berpeluang mengukuhkan status sebagai juara dunia tiga kali, dengan sejumlah pertarungan gelar juara dunia lainnya yang diproyeksikan mengisi kartu pendukung (undercard).***








