Selasa, Mei 17, 2022

2 Atlet DKI Jakarta Ini Cetak Sejarah di PON Papua

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, NEWSATU.COM — Naura Rahmadija, pesepatu roda asal DKI Jakarta, dan Adityo Restu Putro, peloncat indah yang juga asal DKI Jakarta, mencetak sejarah sepanjang penyelenggaraan PON sejak 1948.

Keduanya sama-sama mencetak lima medali emas di cabang olahraga yang mereka ikuti.

Di sepatu roda, Naura, siswi kelas XII SMAN 70 Jakarta, merebut emas nomor 1000m putri, 500+D putri, estafet 3000m putri, 42km marathon,  dan 10000m team time trial putri.

Sementara rekannya,  Barijani Mahesa Putra, menyumbangkan dua medali emas dari nomor 500m+D sprint, dan 10km team time trial.

BACA JUGA :   Tim Voli DKI Jakarta Siap Tempur di PON XX Papua 2021

“PON Papua adalah PON pertama saya. Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujar Barijani ketika bersama Naura menjadi narasumber di  Media Center Jakarta untuk PON XX Papua, Kamis (14/10).

BACA JUGA :   Fazhra Fawwaz: Sportbloc Itu Luar Biasa

Cabang sepatu roda diperlombakan di dua venue, yakni Arena Klemen Tinal Roller Sport, Kota Jayapura dan Jembatan Merah, Youtefa, Holtekam.

Barijani, mahasiswa Universitas Indonesia (UI), mengaku kagum dengan arena pertandingan di PON Papua dan berharap dapat terus dimanfaatkan agar terawat.

“Saya harap semua sarana venue yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan olahraga Papua khususnya dan Indonesia umumnya,” katanya.

BACA JUGA :   Tim Basket Indonesia Berburu Tiket Piala Dunia 2023 di Lebanon

Naura Rahmadija.

Naura dan kawan-kawan berhasil mengantarkan DKI Jakarta keluar sebagai juara umum sepatu roda dengan total 23 medali (13 emas, 8 perak, dan 2 perunggu).

Tuan rumah Papua di posisi kedua dengan 8-3-5, diikuti Jatim 2-3-2, Kaltim 1-4-0, dan Aceh 1-0-0.

Sementara itu, Adityo juga mencetak sejarah dari Stadion Akuatik, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura. Adityo merebut emas papan 3m, menara 10m, sinkronisasi papan 3m beregu, sinkronisasi papan 10m beregu, dan papan 1m.

BACA JUGA :   Sepakbola Jakarta dalam Krisis, Apa Solusinya?

“Saya tidak menyangka bisa mengoleksi lima emas, apalagi mencetak sejarah. Saya hanya fokus pada setiap loncatan dan memberikan yang terbaik. Alhamdulillah kado kecil untuk keluarga baru saya,” ucap Adityo yang baru saja memiliki anak.

BACA JUGA :   Potensi ESport di Jakarta Bisa Lebih Dikembangkan Lewat IESPA DKI Jakarta

“Kalau saya lihat Adit semakin matang setelah berkeluarga. Lebih tenang. Selain itu ini juga buah dari kerja tim dari kontingen DKI mulai dari tim recovery, pelatih dan juga dari KONI DKI,” papar Pelatih Harly Ramayani.

Loncat Indah DKI Jakarta menjadi juara umum dengan 5 emas, 4 perak, dan 2 perunggu, sementara Jatim di posisi 2 dengan 4-3-2, diikuti Papua 1-0-2.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here