Selasa, Mei 17, 2022

Ini Penjelasan Mengapa Tes PCR Bisa Rp275 Ribu

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Publik dibikin heran dengan komponen biaya tes PCR setelah penurunan harga tes dari sebelumnya mencapai jutaan rupiah menjadi Rp275 ribu untuk Jawa-Bali dan Rp300 ribu luar Jawa-Bali sesuai kebijakan pemerintah.

PT Bio Farma (Persero) sebagai perusahaan yang memproduksi alat tes PCR pun menjelaskan struktur biaya yang membentuk harga tes PCR saat ini.

Salah satunya adalah harga reagen kit PCR yang semakin turun menjadi Rp 90.000 per tes, sehingga tarif layanan PCR yang dikenakan di Bio Farma pun menjadi sekitar Rp 275.000.

Reagen kit PCR merupakan cairan yang digunakan untuk mendukung pengujian tes PCR swab maupun alternatif gargle PCR. Reagen biasanya ditambahkan untuk melihat reaksi kimia, salah satunya dalam diagnosis infeksi virus Covid-19.

“Yang dimaksud dengan harga Rp 90.000 adalah harga reagen test kit PCR-nya, bukan tarif layanan PCR secara keseluruhan,” ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam keterangan tertulisnya, dikutip pada Kamis (11/11).

BACA JUGA :   Apa Saja Syarat Indonesia Bisa Bertransisi dari Pandemi Menuju Endemi?
BACA JUGA :   Konservasi Anggrek di Kebun Raya Bogor Diresmikan, Wali Kota Berharap Jadi Daya Tarik Kota Bogor

Ia menjelaskan, dengan harga reagen yang Rp 90.000 itu, kontribusi produk Bio Farma (seperti mBioCov-19 dan BioVTM/Biosaliva) hanya berkisar antara 31 persen-34 persen dari seluruh komponen pelayanan pemeriksaan PCR, sedangkan komponen lainnya diluar kendali Bio Farma.

Menurut Honesti, saat ini harga e-katalog yang masih tayang untuk reagen kit PCR adalah Rp 193.000 termasuk PPN, sejak Februari 2021. Kini sedang dalam proses pengajuan harga baru, yakni menjadi Rp 89.100 termasuk PPN.

“Kebijakan dan penetapan tarif pemeriksaan PCR adalah kewenangan dari Kementerian Kesehatan. Sampai saat ini dengan harga reagen sebesar Rp 90.000, maka harga tarif layanan PCR di Bio Farma sendiri menjadi sekitar Rp 275.000,” katanya.

BACA JUGA :   Konservasi Anggrek di Kebun Raya Bogor Diresmikan, Wali Kota Berharap Jadi Daya Tarik Kota Bogor

Meski demikian, Honesti menekankan bahwa struktur harga tes PCR ini bisa berbeda-beda tergantung pada masing-masing laboratorium. Sebab, ada beberapa komponen lainnya yang dapat memengaruhi harga tersebut, seperti RNA kit ekstraksi, Bahan Material Habis Pakai (BMHP), Alat Pelindung Diri (APD), serta biaya operasional maupun layanan dari masing-masing laboratorium.

Menurutnya, Grup Holding BUMN Farmasi pun selalu mendukung upaya pemerintah dengan segera menetapkan harga layanan tes swab PCR menjadi sebesar Rp 275.000 dan Rp 300.000 setelah adanya instruksi pemerintah.

BACA JUGA :   Peluang Bisnis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Labuan Baju Sangat Besar

Bio Farma sendiri sudah melakukan inovasi dengan membuat reagen kit PCR secara mandiri sejak Agustus 2020. Mulanya kapasitas produksi perseroan hanya sebanyak 1,2 juta tes (satuan dari reagan) per bulan, tetapi menjadi 2 juta tes per bulan pada Agustus 2021.

Honesti bilang, peningkatan kapasitas itu dilakukan dengan beberapa upaya efisiensi dan peningkatan kapasitas produksi, serta dengan optimalisasi fasilitas produksi eks flu burung.

BACA JUGA :   Mau Mudik Lebaran Pakai Pesawat Udara? e-Hac Dulu Dong

Tak hanya itu, upaya optimalisasi fasilitas produksi terus Bio Farma lakukan, yang hasilnya dapat meningkat hingga mencapai 5 juta tes per bulan pada Oktober 2021. Hal tersebut kembali dapat memengaruhi harga reagen Bio Farma dari Rp 113.636 pada Agustus 2021, menjadi Rp 90.000 pada Oktober 2021, diiringi dengan harapan bahwa permintaan juga akan meningkat.

“Harapannya dengan meningkatnya permintaan, kita bisa meningkatkan kapasitas produksi dan upaya-upaya efisiensi yang dapat dilakukan di masa yang akan datang,” ujar Honesti.

Dengan bobot Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 45 persen yang ada pada reagen kit PCR produksi Bio Farma, diharapkan menjadi pilihan user dan permintaan pun bisa meningkat mengimbangi dengan penggunaan produk impor saat ini

BACA JUGA :   RS dan Lab Wajib Ikuti Ketentuan Baru Tarif RT-PCR
- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here