Rabu, Februari 1, 2023

Untuk Cegah Sebaran Omicron, Pemrov DKI Jakarta Perkuat 3T

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan terus berupaya mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron di Ibukota dengan penguatan 3T yakni Testing, Tracing, Treatment.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, meski kasus Covid-19 melandai, namun upaya deteksi dini melalui pemeriksaan PCR tetap dilakukan. Bahkan, testing khusus DKI Jakarta sembilan sampai 10 kali lipat standar pemeriksaan WHO (1:1.000 penduduk per pekan).

“Terkait testing, pemeriksaan deteksi ini melalui PCR masih rutin dilakukan. Meskipun kasus Covid di Jakarta melandai, kami tetap melakukan dalam porsi lebih dari standar WHO, sekitar sembilan sampai 10 kali standar WHO,” ujar Widyastuti, Senin (20/12).

BACA JUGA :   Saudi Hapus Keharusan Karantina dan PCR, Dirjen PHU Segera Selaraskan Kebijakan Umrah
BACA JUGA :   Akselerasi Vaksin Booster Jawa Barat, Kota Bogor Ke-1, Kota Bandung Ke-2

Widyastuti menjelaskan, terkait tracing, Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama Litbangkes dan mitra terkait lainnya melakukan metode Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mendeteksi adanya varian baru.

“Kita lakukan WGS untuk mendeteksi risiko adanya varian baru untuk semua kasus riwayat berpergian dari luar negeri, kemudian kasus relapse atau pernah terjangkit Covid di masa dan kemudian kena kembali, dan seterusnya apabila telah divaksin tetapi menjadi tetap positif Covid,” katanya.

BACA JUGA :   Menkes Lantik Dirjen Kesehatan Masyarakat dan Pejabat Lain, Minta Amankan Transformasi Kesehatan

Sedangkan treatment, sambungnya, Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat menyediakan tempat karantina terpusat bagi WNI atau WNA dari luar negeri di Wisma Atlet, Rusun Pasar Rumput, dan Rusun Nagrak.

Widyastuti menjelaskan, Surat Edaran Satgas COVID-19 Nomor 25/2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19 mengatur kewajiban karantina terpusat bagi WNI atau WNA dari luar negeri.

BACA JUGA :   Alumni ITB Siapkan 20 Ribu Dosis Vaksin di Balikpapan

 

Setiap pelaku perjalanan internasional melakukan tes RT-PCR saat kedatangan, karantina 10 x 24 jam, dan tes ulang RT-PCR kedua pada hari ke-9 karantina. Sedangkan WNA dan WNI dari negara tempat transmisi komunitas varian Omicron wajib melakukan tes RT-PCR saat kedatangan, menjalani karantina 14 hari dan tes ulang RT-PCR kedua pada hari ke-13 karantina.

BACA JUGA :   Rumah Tahfizh Al-Jihadi Kampung Perigi, Dibangun atas Usul Ibu-Ibu

Meski begitu, Widyastuti berpesan kepada warga agar tidak panik, tetap menjaga protokol kesehatan 5M secara ketat. Widyastuti juga mendorong agar warga yang belum divaksin Covid-19 melengkapi vaksinasinya.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here