Sabtu, Mei 14, 2022

Cina Larang Rekrut Pemain Muda Timnas Bertato

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Para pesepakbola anggota tim nasional Cina dilarang keras bertato. Mereka yang telanjur bertato diminta menghapus karena tato, sekecil apapun, sangat dilarang.

Partai Komunis terus memantau para pesepakbola anggota timnas dan selama ini para pemain menutup tato dengan kostum lengan panjang atau perban untuk menyembunyikan tato.

Karena itu, dalam statemennya yang dikeluarkan Selasa pekan lalu, Badan Administrasi Olahraga Cina menegaskan larangannya untuk pemain memiliki tato baru.

BACA JUGA :   Potensi ESport di Jakarta Bisa Lebih Dikembangkan Lewat IESPA DKI Jakarta

“Mereka yang sudah bertato diminta menghapus,” lanjut statemen, dikutip japantime.co.jp beberapa waktu lalu. “Dalam situasi tertentu, latihan atau pertandingan, tato harus ditutup dengan persetujuan tim.”

BACA JUGA :   2 Atlet DKI Jakarta Ini Cetak Sejarah di PON Papua

Dalam kaitan ini, Badan Sepakbola Cina dilarang merekrut pemain U-20 yang kedapatan memiliki tato.

Tentu saja hal ini menimbulkan pro-kontra di kalangan fan. Di media sosial, salah seorang yang marah menulis: ‘Kita mencari pemain sepakbola yang baik atau yang suci?’

BACA JUGA :   Andrew Lukinto, Pemilik Pertama MG HS i-SMART Liverpool FC Limited Edition

‘Ataukah harus kita katakan hanya anggota Partai yang boleh bermain bola?’ tulis yang lain.

Tato, atau menggambar tubuh dengan tinta permainan di Cina tidak disukai di Cina, namun belakangan makin banyak kaum milenial yang menggunakan tato terlepas apakah pemerintah atau masyarakat umum suka atau tidak.

Selain masalah tato, Cina juga makin keras dalam hal ekspose pria banci atau tampil seperti banci di dunia hiburan.  Acara-acara reality show juga dilarang menggunakan influencer secara vulgar.

BACA JUGA :   Catatan Jose Sulaiman: Saul Alvarez Kini Best Pound for Pound
BACA JUGA :   Kunci Kemenangan Fikri dan Bagas atas Marcus dan Kevin: Main Berani

Cina, seiring ketegangan dengan Barat yang meningkat, ingin memperlihatkan sisi maskulintas pria pada seluruh lapisan masyarakat. ‘Sissy Men’ sangat dilarang.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here