Rabu, Februari 8, 2023

Setelah Hampir 10 Tahun Jadi Misteri, Pembunuh Petinju Hector Camacho Ditangkap

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Keluarga mendiang petinju legendaris Hector Camacho kini bisa bernapas dengan lega.

Pengadilan di San Juan, Puerto Rico, memperlihatkan 5 terdakwa pelaku pembunuhan, Rabu(9/3). Pembunuhan sendiri menjadi misteri selama kurang lebih 10 tahun.

Wajah Hector Camacho ditembak pada November 2012, ketika sedang duduk di belakang stir Ford Mustang di luar Bayamon, Puerto Rico, kota kelahirannya.

Peluru menembus sisi kiri wajah Camacho dan mematahkan tulang punggungnya. Ia dilarikan ke rumah sakit di San Juan tetapi meninggal empat hari kemudian dalam usia 50 tahun. Mojica tewas di tempat dan ditemukan memiliki sembilan kantong kokain di sakunya, sementara kantong ke-10 ditemukan terbuka di dalam mobil.

BACA JUGA :   Jabar Pertrahankan Gelar Juara Umum di PON Papua 2021
BACA JUGA :   Juara Dunia Tinju akan Dapat Hadiah Rp1,4 Miliar

“Keadilan! Keadilan telah ditegakkan!” teriak ibunda Camacho begitu keluar dari ruang siding seperti dikutip boxingscene.com dari Associated Press.

Tiga dari lima tersangka – Jesús Naranjo Adorno, 35; Joshua Mendez Romero, 30; dan William Rodríguez – diekstradisi ke Puerto Rico dari sebuah penjara di Orlando, Florida, di mana mereka menjalani hukuman untuk kejahatan yang tidak terkait. Tersangka keempat, Luis Ayala García, 31, tetap memang berada di penjara Puerto Rico karena pelanggaran sebelumnya. Tersangka kelima, Juan Figueroa Rivera, ditangkap di rumahnya di Bayamon, kota yang sama tempat Camacho lahir dan dibunuh.

BACA JUGA :   Asia Soccers FC Utamakan Permainan Fairplay di JS League 2022

Sejauh ini, Jessika Parra, Jaksa Penutut Umum, mengaku belum mendapatkan apa motif pembunuhan itu.

Apapun motifnya, penangkapan itu melegakan keluarga Camacho, terutama ibunya.

“Mereka berikan aku keadilan,” kata Maria Matia, ibunda mendiang Camacho. “Kini saya bisa tidur enak, makan dan minum sedikit kopi di pagi hari.”

BACA JUGA :   Forever Young FC, Tim ‘Menolak Tua’, Siap Tampil Solid di JS League 2022

Di masa jayanya, Camacho memiliki tangan yang cepat yang bisa disandingkan dengan Sugar Ray Leonard. Kepribadiannya yang nyentrik membuatnya dijuluki Macho.

BACA JUGA :   Fikri/Bagas Bungkam Andalan Jepang, Jumpa Minions di Semifinal All England

Mengantongi rekor 88 kali naik ring (79 menang, 6 kalah, 3 draw dengan 38 kali menang KO), Camacho pernah juara bulu super WBC, ringan WBC, welter ringan WBO, welter ringan WBC, welter IBF, dan welter WBC.

Ia meninggal 24 November 2012 di Hospital HIMA San Pablo Bayamon, Bayamon, Puerto Rico.

 

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here