Jumat, Februari 3, 2023

Aplikasi TeleJamaah Disiapkan Kemenkes untuk Permudah Pantau Kondisi Jemaah Haji Risiko Tinggi

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

JAKARTA, newsatu.com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Pusat Kesehatan Haji membuat aplikasi bernama TeleJemaah Puskes Haji dan akan digunakan pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Aplikasi itu dapat mempermudah petugas kesehatan dalam memantau kondisi kesehatan jemaah haji berisiko tinggi.

Aplikasi TeleJemaah hanya diberlakukan pada jemaah haji berisiko tinggi. Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana mengatakan fitur dalam aplikasi itu terdiri atas input data kesehatan sampai dengan galeri dan artikel.

”Tujuannya sebagai media edukasi secara elektronik yang berbentuk aplikasi berbasis Android saat ini dan aplikasi ini sudah tersedia di Play Store dan bisa di download gratis,” katanya di Jakarta, Selasa (31/5).

Pada menu aplikasi terdapat input data kesehatan yang terdiri atas tekanan darah, gula darah, saturasi oksigen, suhu tubuh, sampai keluhan. Menu pada aplikasi tersebut bisa dimanfaatkan oleh jemaah haji dan bisa meminta bantuan petugas kesehatan jika diperlukan.

BACA JUGA :   Perkembangan Data Kasus dan Vaksinasi COVID19 di DKI Jakarta per 2 September 2022
BACA JUGA :   Teliti Jerami, MAN 1 Kudus Juarai Myres 2021 di Surabaya

Pada aplikasi itu juga terdapat informasi vaksinasi. Ini adalah data vaksinasi yang sudah dilakukan oleh jemaah haji di kabupaten/kota atau Puskesmas pada saat melakukan vaksinasi terutama meningitis.

Data tersebut didapat dari apa yang diinput melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes).  Data-data yang sudah ada di TeleJamaah tidak bisa diubah karena sudah diinput di dalam Siskohatkes.

”Jadi tinggal kita integrasikan data yang ada di Siskohatkes dengan TeleJemaah sebagai informasi jemaah haji kita sudah divaksinasi. Jadi lebih transparan sifatnya,” ucap dr. Budi.

Dalam aplikasi ini juga tercantum obat yang sering dibawa oleh jemaah haji. Melalui aplikasi ini juga jemaah haji bisa menghubungi langsung petugas kesehatan yang menyertai jemaah di dalam suatu kloter. Jemaah bisa menghubunginya langsung via Whatsapp.

BACA JUGA :   Pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia dari Madinah ke Makkah Dimulai 12 Juni

”Nanti kita masukkan nomor kontak petugas ke dalam aplikasi TelePetugas. Nama aplikasinya TelePetugas ini connect dengan TeleJemaah. Aplikasi TelePetugas berfungsi untuk memantau jemaah haji berisiko tinggi,” kata dr. Budi.

Pada TeleJemaah ada pula fitur perkiraan cuaca, fitur ini sebagai early warning system untuk menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Jemaah haji akan mendapatkan imbauan terkait apa yang harus dilakukan di antaranya minum sebelum haus.

BACA JUGA :   Ini Kata Bima Arya Saat Membuka MTQ Ke-41 di Kota Bogor

Ada pula tombol bantuan, ini nyambung ke TelePetugas. Nanti akan bisa dilihat titik koordinatnya jemaah ini oleh petugas terdekat, itu akurasinya sekitar 4 meter.

BACA JUGA :   Mobil Layanan Haji & Umroh Diluncurkan untuk Jamah Seluruh Daerah di Indonesia

Aplikasi TeleJemaah juga terhubung dengan wrist band yang dipakai di pergelangan tangan jemaah. Wrist band berbentuk seperti smart watch dan terhubung dengan aplikasi TeleJemaah pada ponsel pintar milik jemaah haji.

Perangkat ini difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan khusus bagi jemaah haji berisiko tinggi.

Pada wrist band terdapat data kondisi kesehatan jemaah haji yang didapat melalui infra merah. Data itu kemudian terhubung ke TeleJemaah dan TelePetugas.

Pengiriman data ini sifatnya otomatis. Jadi begitu dia tensinya normal misalnya 120/80, begitu tensinya di atas itu misal 150 akan memberikan sinyal bunyi di Tele Petugasnya. Tele Petugas itu bisa memantau semua hasil, semua instrumen yang ada di TeleJemaah, tutur dr. Budi.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here