Jumat, Februari 3, 2023

Masjid The IMAAM Maryland Dipercaya Jadi Gambaran Islam di Indonesia

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

MARYLAND, newsatu.com — Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengunjungi masjid The IMAAM Center di Maryland, Amerika Serikat, Kamis (16/6). Masjid ini dibangun antara lain atas bantuan Ditjen Bimas Islam tahun anggaran 2014.

Kunjungan dalam rangkaian menghadiri MTQ Internasional di Maryland ini dilakukan untuk melihat perkembangan dan aktivitas masjid tersebut. Rombongan diterima Imam Masjid Ust. Fahmi Zubir, Presiden the IMAAM (Indonesian Muslim Association in America) Ust. Arif Mustofa, dan pengurus lainnya.

Setelah melakukan sholat berjamaah Zuhur bersama di masjid berkapasitas 350 orang itu, dilakukan diskusi tentang aktivitas masjid dan perkembangan dakwah di Amerika secara umum.

BACA JUGA :   RSUD Kota Bogor Luncurkan Aplikasi SIMRS untuk Permudah Layanan Warga

“Alhamdulillah, sejak dibangun tahun 2014, masjid ini telah berfungsi baik, bahkan dipercaya oleh pemerintah setempat sebagai gambaran wajah muslim Indonesia,” terang Fahmi.

BACA JUGA :   Cegah Jakarta Tenggelam, Pemprov DKI Jakarta & Pemerintah Pusat Jalin Kolaborasi

Ditambahkan Arif, masjid The IMAAM Center ini telah aktif melayani umat Islam di Maryland, DC, dan Virginia, baik dalam kegiatan ibadah maupun muamalah bahkan pendidikan nonformal. Ada sekolah minggu bagi anak, pengajian Sabtu untuk umum, hingga aktivitas ekonomi untuk membiayai operasional takmir.

BACA JUGA :   Vaksinasi di Indonesia Capai Lebih 200 Juta Suntikan

Kamarudin Amin mengaku sangat senang masjid yang dahulu dibangun dari bantuan DIPA Bimas Islam, kini telah beroperasi dan menjadi pusat Islam masyarakat Muslim Indonesia di Amerika.

“Saya ingat, dulu kami berupaya keras mengalokasikan bantuan untuk pembangunan masjid ini, atas arahan Bapak Menteri. Sekarang, alhamdulillah saya menyaksikan masjid ini telah jadi dan running dengan baik, dengan beragam aktivitasnya,” ujarnya.

Diskusi yang disertai jamuan makanan ala Indonesia ini juga menelurkan beberapa ide ke depan. Antara lain, perlunya pengiriman penceramah dan imam masjid untuk beberapa masjid di Amerika. Selain itu, dirasakan perlunya membuat madrasah sore untuk pemenuhan pendidikan agama anak-anak Indonesia di negara sekuler ini.

BACA JUGA :   Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan Janji Upayakan Peningkatan Kesejahteraan Insan Kesehatan
BACA JUGA :   Kereta Api Berhenti di Tengah Jalan, Ada apa ?

Kamarudin menegaskan bahwa Indonesia itu gudangnya para imam yang disukai hafalan dan tilawahnya. Demikian juga, ada ribuan penceramah agama yang bercorak rahmatan lil alamin. Sangat cocok dengan konteks Amerika yang multikultural ini. Karenanya, pihaknya akan mengupayakan terwujudnya harapan-harapan tersebut.

“Untuk kemajuan dakwah Islam dan soft diplomacy Indonesia di negara adidaya ini,” tandasnya, dikutip dari laman kemenag.go.id.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here