Senin, Agustus 15, 2022

Gubernur Jabar Minta Warga di Kab Bogor Tak Lagi Ganggu Aliran Sungai agar Tak Lagi Longsor dan Banjir

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

KABUPATEN BOGOR, newsatu.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Bogor, Burhanudin, menerima arahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, untuk segera memulihkan wilayah terdampak bencana longsor dan banjir di Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan di Desa Purasari, Leuwiliang, Ahad (26/6).

Kehadiran Gubernur Jabar bersama Sekda Kabupaten Bogor beserta jajaran Forkopimda, ingin menguatkan para korban.

Dalam kunjungan itu, Gubernur menyerahkan bantuan awal sebesar Rp500 juta untuk tanggap darurat. “Untuk proses rekonstruksi silakan diajukan lagi dikombinasi dengan dana darurat dari Pemkab Bogor,” kata Ridwan Kamil.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil juga hadir untuk memastikan tempat pengungsi termonitor dengan baik, baik yang di rumah-rumah saudaranya maupun di pengungsian.

Kang Emil juga mengingatkan, mohon jangan ganggu aliran sungai, jangan sampai ada lagi sungai dialihfungsikan ke hal-hal yang tidak seharusnya, kejadian bencana ini harus jadi pelajaran.

“Negara harus tegas terhadap hal ini, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan sampai karena satu dua orang yang tidak mau paham, akhirnya yang dikorbankan masa depan orang banyak karena terjadinya bencana,” tandas Kang Emil.

BACA JUGA :   Banyak Korban Letusan Gunung Semeru Alami Sesak Napas & Luka Bakar
BACA JUGA :   Kadin Kalbar Serahkan Tabung Oksigen ke Kodim XII/Tanjungpura

Di Jawa Barat, wilayah Kabupaten Bogor diberkahi dengan banyak air. Hujan paling banyak di Kabupaten Bogor, sungai-sungai paling banyak se-Indonesia ada di Jawa Barat.

“Jadi urusan air, urusan hujan harus jadi berkah, jangan sampai jadi musibah karena kita tidak pakai ilmu untuk memahami takdir Allah dan menjalani kehidupan,” terang Gubernur.

“Kami akan secepatnya melakukan langkah-langkah recovery, saat ini kita sedang menghitung dan menghimpun data, jangan sampai ada yang terlewat. Kita akan dorong agar RT, RW, Kades didampingi Babinsa dan Babinkamtibmas, serta SKPD terkait agar segera menyerahkan data dan informasi untuk segera kita tindaklanjuti melalui pos anggaran Belanja Tak Terduga (BTT),” jelas Sekda Burhanudin pula.

Intinya, tambah Burhanudin, kita sudah bergerak dari awal kejadian, per hari ini saya kira bisa dilihat bantuan sudah masuk dari relawan, dari organisasi, bahkan dari Kapolri juga sudah memberikan untuk di Leuwiliang dan Pamijahan masing-masing 250 paket, ada juga dari Baznas, Chevron, PT. Antam dan lain-lain.

BACA JUGA :   Jemaah Haji Indonesia Lebih Beruntung Dibandingkan Malaysia, Ini Bedanya

Untuk diketahui, data sementara gambaran umum bencana di Kecamatan Leuwiliang yang disampaikan oleh Camat Leuwiliang yakni, jalur terdampak adalah yang menghubungkan antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi, terputus sepanjang 80 meter, dengan 20 titik longsoran besar dan 44 titik longsoran kecil.

BACA JUGA :   Jemaah Kota Denpasar Antusias Ikut Manasik Haji on the Road

Jalan terputus 2 titik, jembatan terputus 1 titik. Saat ini sudah diselesaikan beberapa titik longsoran dan pekerjaannya masih terus berjalan

Ada 10 rumah rusak berat, 90 rumah rusak ringan, 1 orang meninggal dan yang terdampak langsung ada hampir 177 KK. Kebanyakan ditampung di rumah-rumah saudaranya, untuk di Posko pengungsian hanya 20 orang. Kerusakan lahan pertanian hampir 35 hektar, kerugian peternakan yakni 20 ton ikan.

Terdapat 6 dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan. Kebutuhan yang mendesak adalah normalisasi jalan, dan pembersihan lumpur, selanjutnya normalisasi sungai.

BACA JUGA :   Jemaah Kota Denpasar Antusias Ikut Manasik Haji on the Road

Sementara gambaran umum dampak bencana di Kecamatan Pamijahan yang disampaikan Camat Pamijahan yakni, kejadian bencana mengakibatkan 8 titik longsor dan juga banjir, dari kejadian tersebut 2 orang meninggal dunia.

Kerusakan ada 60 unit yang rusak, rusak berat 11, selebihnya rusak sedang dan rusak ringan. Ada jembatan terputus, ada 3 sarana ibadah rusak, ada 2 jalan terputus karena longsor. Untuk kerugian peternakan terdapat 35 kambing yang mati, dan ratusan ikan ternak siap panen.

Sebanyak 371 warga yang terdampak langsung, sebagian ada yang tinggal di mushola dan sebagian lagi di rumah saudaranya.

Kejadian longsor ini adalah yang kedua kalinya. Kecamatan Pamijahan adalah daerah zona merah rawan banjir dan juga longsor. Dari 15 desa, yang masuk zona merah ada 4 desa yakni Desa Purwabakti, Cibunian, Ciasmara dan Ciasihan. Khusus di Cibunian hampir setiap tahun terjadi banjir dan longsor.**

BACA JUGA :   Banjir Bandang Menerjang Pemukiman Warga Bogor
- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here