Jumat, Februari 3, 2023

Ini Kata Bima Arya Saat Membuka MTQ Ke-41 di Kota Bogor

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

KOTA BOGOR, newsatu.com — Wali Kota Bogor Bima Arya resmi membuka Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-41 di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Jl.  Pajajaran, Kec. Bogor Timur, Kota Bogor, Senin (12/12).

Sebelum pembukaan, Bima Arya melantik hakim, panitera dan fasilitator, diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Bogor, Ade Sarmili.

Setelah dilantik hakim, panitera dan fasilitator membacakan janji untuk menjalankan tugas sesuai tanggung jawab.

Dalam sambutannya, Bima mengajak semua untuk melakukan muhasabah, menjadikan MTQ ini tidak hanya sebuah kompetisi, melainkan juga upaya pembinaan mencetak generasi islami dan Qurani.

“Saya bersyukur karena dinasehati banyak, diberikan saran banyak, disodorkan konsep oleh para ulama, para ustadz, para pengurus MUI, DMI, agar tidak hanya lomba dan festival tapi juga pembinaannya,” katanya.

BACA JUGA :   50 dari 7.826 Peserta Festival Pendidikan Agama Islam Ternyata Non-Muslim

Untuk itu, kata Bima, di Bogor muncul program yang telah lama diluncurkan untuk memberikan insentif kepada guru ngaji, program Bogor mengaji dan santunan untuk ustadz-ustadzah, guru ngaji, marbot yang meninggal dunia serta pelaksanaan pendidikan dasar ulama serta dai sebaya yang diadakan oleh MUI Kota Bogor.

BACA JUGA :   Butuh Waktu Lama untuk Membangun Kampung Inggris di Jawa Barat

Ketua LPTQ Kota Bogor Ade Sarmili mengatakan, MTQ bukanlah sebuah muara akhir dalam penilaian keagamaan di Kota Bogor, namun merupakan ijtihad atau usaha sungguh-sungguh dalam membina keagamaan di Bogor.

“Oleh karenanya MTQ bukanlah satu-satunya instrumen untuk menilai pembinaan keagamaan di Kota Bogor,” ujarnya.

BACA JUGA :   Belanja Online di Indonesia Mencapai Rp401 Triliun Sepanjang 2021

Pelaksanaan MTQ ke 41 ini juga bersamaan dengan pelaksanaan wisuda Pendidikan Dasar Ulama dan juga Pendidikan Da’i Sebaya.

Program ini kata Ade, sudah diduplikasi di Pangkal Pinang, Bukit Tinggi, Pekanbaru, Kalimantan dan Kabupaten Rembang.

Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Setda Kota Bogor Adi Novan yang juga Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan kegiatan MTQ itu terdapat pada DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) bagian Kesra tahun anggaran 2022 dengan tujuan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah serta mengembangkan minat dan bakat baca Al-Quran.

BACA JUGA :   50 dari 7.826 Peserta Festival Pendidikan Agama Islam Ternyata Non-Muslim

“Selanjutnya adalah memberikan kesempatan dan kompetensi secara sehat dengan menjunjung tinggi sportivitas dan untuk terus memperdalam agama Islam,” ujarnya.

Kegiatan MTQ ke 41 yang diadakan di sekitar Masjid Raya ini diikuti 550 peserta dari setiap kecamatan di Kota Bogor.

BACA JUGA :   Masjid The IMAAM Maryland Dipercaya Jadi Gambaran Islam di Indonesia

“Jumlah cabang yang dilombakan sebanyak 46 cabang, baik perorangan maupun kelompok dengan jumlah peserta sebanyak 550 orang utusan dari kecamatan hasil MTQ tingkat kecamatan yang dilaksanakan November,” ujarnya.

Di Provinsi Jawa Barat lanjut Adi, Kota Bogor meraih peringkat ke 5 dalam kegiatan MTQ di Sumedang dengan raihan piala sebanyak 23 piala.

Dalam pelaksanaan MTQ ini juga Pemkot Bogor menyerahkan ‘kadeudeuh’ sebesar Rp 650 juta kepada para pemenang piala.

Tahun depan direncanakan selain mendapat ‘kadeudeuh’, peserta yang berhasil meraih juara 1 tingkat Jawa Barat akan diberi bonus haji sebesar Rp 45 Juta dan umroh.***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here