Sabtu, Mei 2, 2026

Lewati Anthony Joshua, Moses Itauma Jadi Petinju Pertama yang Bikin Jermaine Franklin KO, Kini Siap Lawan Usyk

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

NEWSATU.COM – Moses Itauma, kata promotornya, Fran Warren, sejatinya siap bertarung perebutan gelar melawan Oleksandr Usyk.

Warren banyak mengorbitkan para petinju muda yang sebelumnya tak dikenal, menjadi petarung-petarung papan atas yang cukup disegani.

Moses Itauma salah satunya.

Meski baru berusia 21 dan relatif belum berpengalaman, Itauma siap menjalani duel besar bahkan berhadapan dengan juara kelas berat tak terbantahkan seperti Usyk.

“Saya senang dengan pertarungan itu. Jujur, saya senang dengan ide pertarungan itu sekarang. Saya tak ingin mendorong seseorang terburu-buru, tapi jika kami bisa merealisasikan duel itu, saya akan realisasikan sekarang,” ujar Warren, dilansir Sky Sports.

Itauma (14-0-0, 12 KO) terakhir menghancurkan Jermaine Franklin di ronde 5. Itu jadi kekalahan KO pertama Franklin sepanjang 27 kali naik ring. Dari 3 kali kalah, itulah kekalahan KO dia yang pertama. Kekalahan lainnya dialami Franklin dengan angka dari Dillian Whyte dan Anthony Joshua.

“Dia sangat cerdas,” puji Warren. “Ketenangannya, kecepatannya, IQ ringnya, semuanya, kemampuan dan kedewasaan yang dia tunjukkan untuk seorang petinju sebelia dia, sungguh tak bisa dipercaya.”

“Selain kecepatan tangannya, dia juga bisa memukul dari sudut-sudut yang tidak biasa. Sepanjang dia terus menang, dia akan segera naik ke pertarungan perebutabn gelar di pengujung tahun ini.”

Tapi, kemungkinannya dia takkan bisa segera berjumpa dengan Usyk.

Usyk sendiri punya banyak opsi.

Dia bisa melowongkan salah satu dari 3 sabuk gelarnya (WBA, WBC, dan IBF) untuk meladeni tantangan Agit Kabayel sebagai lawan wajibnya di WBC.

Dia juga bisa memilih duel unifikasi gelar dari pemenang duel juara WBO Fabio Wardley vs Daniel Dubois.

Tapi, sebelum itu, dia akan bertarung dulu dengan kickboxer Rico Verhoeven untuk mempertahankan sabuk WBC-nya di Piramid Giza di Mesir, 23 Mei.

Meski begitu, Itauma tetap opsi paling menarik buat Usyk. “Pada saat yang tepat, mungkin tidak pada saat dia [Itauma] benar-benar berada di puncak. Kita sering lihat banyak petinju yang baru dihadapi setelah sang lawan tak lagi berada di puncak,” beber Warren.

“Di kelas berat dalam beberapa tahun terakhir, kita melihat petinju terbaik berjumpa petinju terbaik, seperti akan kita saksikan pekan depan di Manchester ketika Fabio berjumpa Daniel. Tapi, mereka belum sampai di puncak, mereka masih dalam taraf berkembang.”***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini