NEWSATU.COM – Daniel Dubois dan Fabio Wardley menyuguhkan pertarungan kelas berat yang tak terlupakan pada 9 Mei di Co-op Live Arena, Manchester. Para penggemar bahkan sudah melabeli duel brutal ini sebagai kandidat kuat “Fight of the Year”.
Menyusul kemenangan Dubois setelah menghentikan Wardley secara dramatis di ronde 9,, perhatian segera beralih pada kemungkinan apakah kedua petarung kelas berat asal Inggris ini akan bertemu kembali di masa depan.
Berbicara setelah laga, promotor Frank Warren menyinggung kemungkinan tanding ulang (rematch) sambil memuji kedua petarung karena telah menghasilkan salah satu laga kelas berat terbaik.
Saat bel berbunyi, Wardley langsung menjatuhkan Dubois dalam 10 detik pertama pertarungan. Namun, Dubois berhasil pulih dan membalas di sepanjang sisa laga dengan pukulan kanan yang menghancurkan serta tekanan yang tak henti-hentinya.
Pada ronde ketiga, Dubois sempat berlutut setelah terkena pukulan kanan telak dari Wardley. Namun beberapa saat kemudian, Dubois membalas dan melukai Wardley dalam pertukaran pukulan yang kacau saat kedua raksasa ini saling jual beli pukulan masif di tengah ring.
Dubois dan Wardley Sajikan Thriller Kelas Berat
Dubois dengan cepat membalikkan keadaan dan melakukan kebangkitan besar. ‘The Dynamite’ berulang kali memojokkan Wardley ke arah tali ring sambil mendaratkan kombinasi pukulan berat.
Di ronde keempat, ia melukai Wardley dengan sangat parah lewat pukulan kanan yang besar sebelum melancarkan rentetan serangan lain setelah wasit memisahkan mereka dari clinch. Meski menerima hukuman berat, Wardley sendiri tak pernah tampak gentar dan coba terus membalas.
Memasuki ronde keenam, darah mengucur deras dari hidung Wardley saat Dubois terus mendaratkan kombinasi kuat di tali ring. Ronde ketujuh dan kedelapan memperlihatkan dominasi Dubois di sebagian besar aksi dengan pukulan kanan mematikan yang tampak jelas menggoyahkan kaki Wardley.
Namun, petarung berusia 31 tahun itu menolak untuk berhenti melayangkan pukulan dan terus melakukan jual beli serangan di momen-momen berbahaya.
“Ini memenuhi semua ekspektasi dan bahkan melampauinya,” ujar salah satu komentator selama siaran berlangsung.
Wardley Bertarung di Tengah Luka Parah
Sebelum ronde kesembilan, tim medis memeriksa Wardley karena mata kanannya hampir tertutup sepenuhnya akibat bengkak. Meski begitu, ia memilih untuk terus bertarung. Wardley bahkan sempat memiliki momen keberhasilan setelahnya, mendaratkan jab dan pukulan kanan besar saat bertukar pukulan liar dengan Dubois di depan penonton yang bergemuruh.
Ronde kesepuluh membawa lebih banyak drama saat dokter di sisi ring kembali memeriksa mata rusak Wardley sebelum mengizinkan pertarungan berlanjut. Meskipun menerima pukulan kanan brutal lainnya di akhir ronde, Wardley menolak untuk jatuh. Namun, di ronde ke-11, Dubois akhirnya menyudahi pertunjukan tersebut.
Setelah mendaratkan pukulan kanan besar lainnya yang diikuti oleh dua serangan kiri, wasit melangkah masuk untuk menghentikan duel, menobatkan Dubois sebagai juara baru kelas berat WBO.
Frank Warren Ungkap Klausul Tanding Ulang Usai Dubois Hentikan Wardley
erbicara dalam wawancara pasca-pertandingan, Warren memuji kedua petarung kelas berat tersebut atas ketangguhan dan kesediaan mereka untuk saling serang sepanjang laga.
“Kedua pria ini menunjukkan hati dan daya tahan dagu yang luar biasa,” kata Warren. “Itu adalah pertarungan luar biasa yang memiliki segalanya.”
Warren juga mengungkapkan bahwa kontrak tersebut mencakup poin-poin yang memungkinkan rivalitas ini berlanjut.
“Ada klausul tanding ulang dalam kontrak,” ujarnya. “Mari kita biarkan situasi di divisi kelas berat ini tenang dulu. Baru kemudian kita lihat nanti.”
Warren juga memuji ketangguhan Wardley meskipun ia kalah. “Dia telah kembali, dan Fabio juga tidak akan pergi begitu saja,” kata Warren. “Dia adalah pria yang benar-benar pemberani.”
Para penggemar segera menyebut pertarungan ini sebagai salah satu kontes kelas berat terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Mengingat reaksi terhadap pertarungan tersebut dan adanya klausul tanding ulang yang kini berlaku, spekulasi mengenai pertemuan kedua pun mulai berkembang pesat.***







