NEWSATU.COM – Mantan juara dunia kelas berat dua kali, Tyson Fury, mengungkapkan bahwa ia tidak akan mau duduk diam dan menganggur sementara menunggu duelnya yang sudah ditandatangani melawan rival lamanya, Anthony Joshua.
Fury mengakui bahwa ia ingin melakoni satu pertarungan lagi pada Agustus sebelum maju ke laga akbar melawan Joshua.
Sebelumnya pada April, telah diumumkan secara resmi bahwa keduanya telah menandatangani kontrak untuk saling berhadapan di pengujung tahun ini. Laga tersebut diharapkan berlangsung di Britania Raya, dengan Stadion Wembley sebagai lokasi yang paling memungkinkan pada Oktober atau November.
Di sisi lain, Anthony Joshua masih harus melewati laga pemanasannya terlebih dahulu melawan Kristian Prenga pada 25 Juli sebelum bisa bertemu Fury di atas ring. Laga tersebut akan menjadi penampilan pertama Joshua sejak memukul KO Jake Paul, sekaligus duel kelas berat murni pertamanya sejak menderita kekalahan brutal di tangan Daniel Dubois pada 2024 lalu.
Namun, alih-alih menunggu dengan aman, Fury tampaknya justru bersiap menyusun jadwal pertarungan lain di Agustus. Keputusan ini dinilai bisa menaruh rencana mega duel mereka dalam risiko besar, demi ambisi Fury untuk tetap menjaga kebugaran bertarungnya.
“Jadi, rencana bertarung saya tahun ini adalah tiga kali,” ujar Fury saat berbicara di saluran FurociTV. “Rencananya adalah April, Agustus, dan kapan pun laga besar itu diumumkan—entah itu Oktober atau November.”
“Kami belum mendapatkan nama lawan, tapi sekali lagi: ini bukan soal siapa lawannya; ini selalu tentang saya melawan diri saya sendiri,” tutup Fury, dilansir si.com.
“Jadi, siapa pun lawannya nanti—entah itu orang biasa seperti Joe Bloggs atau bahkan Mike Tyson—semuanya tetap penting bagi saya. Ini hanya laga pemanasan bagi saya, ya, sekadar untuk mengasah ketajaman sebelum menghadapi laga yang besar nanti.”
Penampilan terakhir Fury terjadi pada April lalu saat melawan Arslanbek Makhmudov. Dalam laga tersebut, ia menang mudah lewat keputusan angka mutlak atas petinju Rusia itu. Duel tersebut menjadi kemenangan pertamanya setelah menderita kekalahan beruntun melawan raja kelas berat saat ini, Oleksandr Usyk, pada 2024.
Bos Queensberry sekaligus promotor Fury, Frank Warren, menyuarakan nada yang sama pekan lalu ketika ditanya mengenai rencana masa depan Fury. Ia menegaskan bahwa pihaknya lebih memilih mengambil risiko dengan menggelar satu laga pemanasan lagi daripada membiarkan Fury kembali “berkarat” akibat absen bertarung selama tujuh atau delapan bulan.
“Dia akan bertarung [sebelum menghadapi Joshua],” kata Warren kepada Sky Sports. “Dia ingin bertarung, dia sudah menyatakan hal itu dengan sangat jelas.”
Sempat beredar rumor bahwa mantan juara dunia kelas berat unifikasi, Andy Ruiz, akan mengakhiri masa hiatusnya selama hampir dua tahun dari atas ring untuk menghadapi Fury. Namun, Warren dengan cepat menepis desas-desus tersebut.
“Dia (Fury) tidak mau baru kembali ke ring pada November, yang menurut saya akan menyisakan jarak sekitar tujuh atau delapan bulan [sejak laga terakhirnya],” jelas Warren. “Dia ingin bertarung, dia tidak mau kaku lagi di atas ring, dan dia ingin segera masuk ke sana, tetapi lawan yang dihadapi nanti bukan Andy Ruiz.”***








