NEWSATU.COM – Gemuruh dan tensi tinggi menyelimuti penutupan Pro Futsal League (PFL) 2025/2026 Seri Malang yang digelar di GOR Ken Arok, Minggu (17/05).
Hari kedua seri ini menyajikan rentetan pertandingan epik yang dipenuhi drama comeback, hujan gol, hingga determinasi luar biasa di atas lapangan. Seri Malang kali ini sekaligus menjadi saksi bisu terkuncinya peta kekuatan tertinggi futsal Indonesia menuju babak penentuan.
Pertandingan dibuka lewat duel sengit antara Asahan Futsal Klub melawan Cosmo JNE. Bermain lepas, Asahan FC sempat memberikan perlawanan sengit, namun brace mematikan dari Zehdi Insana Kamil berhasil membawa Cosmo JNE menang tipis 3-2 sekaligus memantapkan posisi mereka di papan atas.
Ketegangan semakin memuncak saat sang juara bertahan, Bintang Timur Surabaya (BTS), turun ke lapangan menghadapi Raybit FC. Tampil kesetanan sejak menit awal, BTS menunjukkan dominasi mutlak tanpa ampun dengan melumat habis Raybit FC lewat skor mencolok 12-0. Penggawa BTS, Rizal Musthofa, keluar sebagai Man of the Match dalam pesta gol terbesar di seri ini.
Di laga lain, Halus FC Jakarta dan Kuda Laut Nusantara yang sudah bebas dari bayang-bayang degradasi menyajikan permainan terbuka yang menghibur. Sempat tertinggal lebih dulu, Halus FC berhasil selamat dari kekalahan berkat gol balasan Bagus Himawan yang mengubah skor menjadi imbang 1-1.
Drama sesungguhnya terjadi saat Fafage Banua bersua Nanzaby Family FC. Menunjukkan mentalitas juara yang sesungguhnya, Fafage Banua yang sempat tertinggal di babak pertama dan harus bermain minus satu pemain akibat kartu merah, sukses melakukan comeback magis untuk menang 5-3 berkat performa gemilang sang legiun asing, Caio Almeida.
Sebagai penutup yang sempurna bagi publik tuan rumah, Unggul FC Malang terlibat dalam perang bintang yang heroik melawan Pangsuma FC. GOR Ken Arok bergemuruh hebat ketika bintang asing Unggul FC, Wellington Pereira Rodrigues Adao, tampil sensasional dengan memborong quintrick (5 gol) sekaligus memastikan kemenangan dramatis tuan rumah dengan skor akhir 7-5.
Panggung Para Raja Terbentuk Resmi
Melalui kalkulasi poin dari hasil krusial di Seri Malang, teka-teki mengenai siapa pemegang takhta empat besar akhirnya resmi terjawab. Black Steel FC Papua dan Fafage Banua yang sudah lolos lebih awal, kini resmi didampingi oleh Bintang Timur Surabaya serta raksasa ibu kota, Cosmo JNE. Koleksi poin keempat tim elit ini sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh para kompetitor di bawahnya.
Meskipun tiket Final Four sudah aman di tangan, tensi dipastikan tidak akan mengendur. Fokus utama kini bergeser pada perebutan posisi nomor satu di klasemen akhir. Pasalnya, hanya tim peringkat pertama yang berhak mendapatkan tiket emas paling prestisius, yaitu hak representasi Indonesia di ajang antarklub internasional, Piala Intercontinental.
Sementara itu, ketiadaan sistem degradasi pada musim ini terbukti membuat tim-tim seperti Unggul FC, Pangsuma FC, Halus FC, Nanzaby FC, Asahan FC, dan Kuda Laut Nusantara bermain tanpa beban di sisa kompetisi. Mereka dipastikan akan tetap tampil lepas dengan strategi menyerang yang agresif, sekaligus siap menjadi penguji mental yang sempurna bagi empat tim calon juara.
Adu gengsi dan taktik tingkat tinggi kini bersiap menuju medan pertempuran berikutnya di Seri Tangerang pada pekan depan. Laga di Tangerang akan menjadi panggung krusial bagi Black Steel, Fafage Banua, BTS, dan Cosmo JNE untuk saling sikut demi menentukan posisi unggulan (seeding) terbaik sebelum perang sesungguhnya di babak semifinal nanti.***







