NEWSATU.COM – Pada akhir 1890-an, Tex Rickard menjadi promotor tinju pertama di dunia, sebuah ikon yang luar biasa di tengah olahraga yang sedang berkembang pesat.
Tugas paling krusial bagi seorang promotor adalah menarik perhatian publik terhadap petinju mereka serta duel-duel di masa depan, dan di sinilah sosok seperti Eddie Hearn sangat unggul saat ini.
Sejak awal kemunculannya, dunia tinju selalu diwarnai oleh laga-laga besar yang membuat industri ini tetap relevan, menguntungkan, dan populer. Meski tidak semua laga atau petinju bisa menjadi pusat perhatian, namun status dan gengsi sebuah pertarungan tetaplah segalanya.
Ketika berbicara mengenai Shakur Stevenson serta rencana duel antara Conor Benn melawan Ryan Garcia, promotor veteran ini sama sekali tidak menahan bicaranya.
Hearn Konfirmasi Rumor Shakur Stevenson Gabung Zuffa Boxing
Dalam sebuah wawancara di Fight Hub TV, Eddie Hearn mengungkapkan keyakinannya bahwa juara kelas ringan super, Shakur Stevenson (25-0, 11 KO), telah resmi menandatangani kontrak dengan Zuffa Boxing.
Hal ini sekaligus menjadi konfirmasi kuat atas laporan jurnalis Sports Illustrated, Chris Mannix, sebelumnya yang menyatakan bahwa Stevenson sedang melakukan finalisasi kesepakatan.
“Shakur telah menandatangani kontrak dengan Zuffa, jadi itu akan menjadi langkah majunya ke depan. Namun, saya hanya tidak tahu siapa yang akan mereka pasangkan dengannya, karena Anda tahu sendiri, Zuffa membayar petinju seperti sebuah bisnis (gila-gilaan),” beber Hearn di si.com.
“Mereka membayar para petinju ini lima kali lipat lebih besar daripada promotor lain untuk sebuah pertarungan. Siapa yang akan Anda pasangkan? Apa? Anda mau mempertemukan Shakur dengan O’Shaquie Foster (25-3, 12 KO) lalu membayarnya 15 juta dolar AS?” kritik Hearn.
Sebagai informasi, Zuffa Boxing merupakan bentuk kemitraan strategis antara Sela Sport—perusahaan hiburan dan perhotelan milik pemerintah Arab Saudi—dengan TKO Holdings, yang merupakan perusahaan induk dari UFC dan WWE. Dalam hal ini, Hearn menyoroti kecenderungan mereka yang gemar membayar petinju jauh di atas harga pasar.
Zuffa bahkan sebelumnya mengontrak petinju kelas welter, Conor Benn (25-1, 14 KO), dengan kesepakatan satu pertarungan senilai 15 juta dolar AS untuk menghadapi Regis Prograis, sebelum akhirnya memperpanjang kontraknya menjadi kesepakatan multi-pertarungan.
Menakar Duel Ryan Garcia vs Conor Benn di Las Vegas
Berbicara tentang Conor Benn, ia dijadwalkan akan bertarung melawan bintang tinju Ryan Garcia (26-2, 20 KO) pada 12 September mendatang di Las Vegas. Sebagian komunitas tinju dunia menganggap bentrokan ini sebagai superfight, namun Hearn tidak melihatnya demikian.
“Saya pikir ini pertarungan yang bagus. Anda tahu, saya tidak menganggap ini laga besar di Amerika Serikat. Ini adalah laga besar di Inggris. Jelas, Ryan adalah bintang besar di Amerika, sedangkan Conor tidak.”
“Ryan bahkan jauh lebih populer di Inggris daripada popularitas Conor di Amerika, padahal Conor adalah bintang besar di Inggris. Meskipun baru menelan dua kekalahan, dua hasil minor Garcia tersebut didapat dari tangan dua petinju terbaik di dunia. Popularitas Garcia sendiri melejit lewat eksistensinya di media sosial dan kemampuan promosi dirinya yang hebat.”
Meskipun Hearn menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap kemampuan Conor Benn, ia tetap menilai pangsa pasar untuk duel ini tidak begitu kuat di Amerika Serikat.
“Jadi, ya, saya tidak berpikir pertarungan ini akan menghasilkan angka penjualan (pay-per-view) yang masif, tapi saya menyukai laga ini. Saya pikir duel ini akan menarik. Di kelas welter, Ryan adalah lawan yang besar.”
“Menurut saya Conor tidak seharusnya bertarung di kelas welter. Saya lebih suka melihatnya naik ke kelas menengah atau mendekati berat itu, karena sejujurnya, saya tidak melihat ada celah bagi Benn untuk bisa mengalahkan Ryan Garcia di kelas welter,” tambah Hearn.
Kendati demikian, Hearn tidak akan gentar. Dengan gebrakan dan pendekatan baru dari Zuffa Boxing di dunia adu jos ini, Eddie Hearn justru berpotensi menjelma menjadi rival terkuat dan paling menantang bagi mereka.***








