Jumat, Oktober 2, 2026

Ekonomi Syariah dan Konvensional Diminta Bersinergi, Ini Pesan Herman Deru

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

PALEMBANG, NEW SATU – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sumsel melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurut Herman Deru, pengembangan ekonomi syariah tidak semestinya berjalan secara eksklusif dan hanya melibatkan masyarakat muslim. Sebaliknya, ekonomi syariah perlu dibangun sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Herman Deru usai mengukuhkan secara serentak Komite Daerah Ekonomi Syariah (KDEKS) Provinsi serta KDEKS kabupaten/kota se-Sumsel Tahun 2026 di Auditorium Bina Praja, Jumat (2/10/2026).

Ia mengatakan, masih terdapat pelaku usaha yang belum bersentuhan langsung dengan konsep ekonomi syariah. Karena itu, diperlukan pola kolaborasi yang mampu mempertemukan pelaku usaha syariah dan konvensional dalam aktivitas ekonomi yang saling memberikan manfaat.

“Ada pelaku usaha yang tidak langsung bersentuhan dengan ekonomi syariah. Kita membutuhkan masukan bagaimana mengkolaborasikan interaksi ekonomi dalam sebuah ekosistem besar, sehingga pelaku usaha non-syariah juga dapat bertransaksi secara positif dengan pelaku usaha syariah tanpa melanggar prinsip akidah,” ujar Herman Deru.

Ia menilai, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas penerapan ekonomi syariah di Sumsel. Dengan ekosistem yang terbuka dan saling terhubung, pelaku usaha dapat tetap menjalankan aktivitas ekonomi sesuai dengan prinsip masing-masing.

Penguatan KDEKS di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sumsel.

Selain memperkuat sektor keuangan, ekonomi syariah juga memiliki ruang pengembangan pada sektor riil, termasuk perdagangan, industri halal, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pariwisata halal, serta berbagai sektor ekonomi lainnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemprov Sumsel mendorong agar ekonomi syariah tidak hanya menjadi konsep, tetapi berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang produktif, inklusif dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (ril)

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini