PALI, NEWSATU – Persoalan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang berada di Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, kembali menjadi sorotan.
Timbunan sampah di lokasi tersebut terlihat semakin bertambah dan meluas hingga mendekati area perkebunan milik warga. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap potensi dampak lingkungan apabila tidak segera mendapat penanganan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (2/10/2026), sejumlah titik di kawasan TPA terlihat dipenuhi tumpukan sampah yang belum tertata secara maksimal.
Sampah dari berbagai sumber terus masuk ke lokasi setiap hari, sementara proses penataan dan perataan timbunan belum berjalan optimal. Kondisi tersebut membuat volume sampah semakin meningkat.
Persoalan ini disebut telah berlangsung dalam kurun waktu sekitar satu hingga tiga bulan terakhir. Tumpukan sampah bahkan mulai terlihat mengganggu akses jalan di dalam kawasan TPA.
Salah satu kendala dalam proses penataan disebut berkaitan dengan alat berat yang belum dapat beroperasi secara maksimal. Padahal, keberadaan alat berat dibutuhkan untuk meratakan dan menata timbunan sampah agar tidak terus meluas.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PALI, Dr. Aryansyah, S.T., M.T., saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa alat berat untuk penataan sampah sebenarnya tersedia.
Namun, alat tersebut belum dapat digunakan karena masih menunggu peralatan yang diperlukan dalam proses perbaikan.
Awak media kemudian kembali meminta penjelasan mengenai perkembangan perbaikan alat berat serta langkah konkret yang akan dilakukan DLH PALI untuk mengatasi kondisi tersebut.
Namun hingga berita ini disusun, belum diperoleh tanggapan lanjutan dari Kepala DLH PALI.
Kondisi tersebut membuat masyarakat masih menunggu kepastian mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan pemerintah daerah, mengingat sampah terus bertambah setiap harinya.
Jika penataan tidak segera dilakukan, timbunan sampah dikhawatirkan semakin meluas dan mendekati area perkebunan warga.
Selain mengganggu pemandangan, penumpukan sampah yang tidak tertata juga berpotensi menimbulkan persoalan kebersihan dan kenyamanan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan TPA.
Karena itu, pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan dapat mengambil langkah penanganan sementara sembari menunggu proses perbaikan sarana pendukung.
Pengoperasian alat berat, penataan timbunan, serta pengendalian agar sampah tidak terus meluas menjadi sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian.
Persoalan tersebut juga dinilai membutuhkan penanganan yang berkelanjutan. Sebab, TPA tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi juga membutuhkan sistem pengelolaan dan penataan yang terencana agar volume sampah dapat dikendalikan.
Dengan kondisi sampah yang terus masuk setiap hari, keterlambatan penataan berpotensi membuat timbunan semakin sulit dikendalikan.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah memberikan penjelasan terbuka mengenai kendala yang terjadi sekaligus langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Penanganan persoalan sampah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan rencana jangka panjang. Langkah cepat di lapangan juga diperlukan untuk mencegah timbunan semakin meluas dan memastikan aktivitas di sekitar TPA tetap berlangsung dengan baik.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait terhadap kondisi TPA tersebut. (ril)








