NEWSATU – Nokia nama yang dulu identik dengan kejayaan ponsel era 2000-an, kini kembali jadi bahan pembicaraan. Tapi bukan karena meluncurkan ponsel baru, melainkan karena langkah mereka bersama raksasa chip dunia, NVIDIA untuk membangun jaringan 6G berbasis kecerdasan buatan.
Dulu hampir semua orang punya Nokia. Dari seri 3310 yang legendaris sampai N-Series yang elegan, Nokia seolah gak ada obatnya pada jaman itu. Tapi semuanya berubah ketika iPhone hadir pada tahun 2007. Dimana ponsel beralih dari tombol pencet ke layar sentuh, dari SMS ke aplikasi, dan Nokia tertinggal di jauh di belakang.
Bahkan CEO Nokia sempat berkata dalam pidatonya “Kami tidak melakukan kesalahan apa pun, namun entah bagaimana, kami kalah.”
Kini, setelah bertahun-tahun hanya terdengar sekelibat dan nama Nokia kembali mencuat. Dilansir dari The Guardian, Nokia resmi bekerja sama dengan NVIDIA dalam proyek pengembangan jaringan 6G bertenaga AI. Lewat kesepakatan senilai 1 miliar USD. NVIDIA ikut menanam modal dan mengambil sebagian saham Nokia, demi mempercepat revolusi jaringan masa depan.
Kolaborasi ini bukan tentang membuat ponsel, tapi tentang membangun pondasi dunia digital generasi berikutnya jaringan pintar yang bisa “berpikir” sendiri. Dengan teknologi AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network), jaringan 6G nantinya diharapkan bisa belajar, menyesuaikan diri, dan mempercepat koneksi antar perangkat.
CEO Nokia, Justin Hotard, menyebut langkah ini sebagai revolusi besar dalam dunia telekomunikasi.
“Lompatan berikutnya bukan cuma dari 5G ke 6G, tapi menuju jaringan yang bisa berpikir dengan kecerdasan buatan,” kata Justin Hotard, CEO Nokia.
Kerja sama dengan NVIDIA dianggap sebagai sinyal kuat kalau Nokia ingin kembali menjadi pemain utama di dunia teknologi meski bukan lagi lewat ponsel, tapi lewat otak dari jaringan masa depan.
Nokia memang sempat jatuh, tapi langkah ini jadi bukti kalau mereka belum habis. Dari raja ponsel yang tumbang, kini mereka siap bangkit sebagai penguasa baru di era jaringan berbasis AI. Dunia boleh berubah, tapi Nokia belum menyerah.







