NEWSATU.COM – Pemimpin klasemen Arsenal dan juara bertahan Liverpool bermain imbang 0-0 di Stadion Emirates, Kamis (8/1), menjaga jarak tetap dekat bagi tim-tim pengejar.
Arsenal membuang peluang untuk unggul delapan poin di puncak klasemen Premier League setelah Liverpool tampil menyulitkan dalam hasil imbang 0-0 di Stadion Emirates.
The Reds adalah satu dari hanya dua tim yang berhasil mengalahkan pasukan Mikel Arteta musim ini, dan mereka hampir memecah kebuntuan pada ketika upaya Conor Bradley membentur mistar gawang.
Arsenal gagal mencetak gol untuk kali pertama di kandang sendiri sepanjang musim ini, namun hasil tersebut cukup untuk memperlebar keunggulan mereka atas peringkat kedua, Manchester City, menjadi enam poin.
Tiga hasil imbang berturut-turut yang dialami City selama sepekan terakhir sebenarnya telah membuka pintu bagi Arsenal untuk semakin dekat dengan gelar liga pertama mereka dalam 22 tahun.
Stadion Emirates bergemuruh penuh antisipasi sebelum laga dimulai, namun tontonan antara sang juara bertahan dan tim yang difavoritkan juara ini berakhir antiklimaks.
Kedua tim tampak kesulitan menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem saat Badai Goretti melepaskan hujan deras dan angin kencang.
Liverpool sudah lama terlempar dari persaingan perebutan gelar sejak mengalahkan The Gunners di Anfield pada Agustus, namun kini mereka mencatatkan 10 pertandingan tak terkalahkan untuk mengukuhkan posisi mereka di empat besar.
Tim tamu sempat tertekan sepanjang sebagian besar babak pertama, namun tetap menjadi yang paling dekat untuk mencetak gol sebelum turun minum.
Operan ke belakang dari William Saliba hampir mengecoh David Raya, dan saat penjaga gawang asal Spanyol itu tak berdaya, bola cungkil (lob) Conor Bradley memantul kembali dari sisi bawah mistar gawang.
Peran berbalik di babak kedua saat Liverpool mendominasi penguasaan bola dan wilayah permainan. Namun, The Reds kehilangan tiga ancaman serangan terbesar mereka karena Alexander Isak dan Hugo Ekitike absen akibat cedera, sementara Mohamed Salah sedang membela negaranya di Piala Afrika.
Kurangnya daya gedor di lini depan terlihat jelas, karena Arsenal hanya dibuat repot oleh kecepatan Jeremie Frimpong, yang sayangnya kurang dalam penyelesaian akhir untuk membuat tusukan-tusukan berbahayanya membuahkan hasil.
Tendangan bebas memukau Dominik Szoboszlai sempat memisahkan kedua tim pada pertemuan terakhir mereka, dan ia hampir mengulangi trik tersebut dengan tendangan keras yang menukik namun sedikit terlambat.
Di ujung lapangan yang lain, Viktor Gyokeres ditarik keluar oleh Arteta setelah penampilan buruk lainnya, memperpanjang masa puasa golnya dari permainan terbuka menjadi 10 pertandingan.
Arteta harus menurunkan berbagai opsi dari bangku cadangan untuk mencoba membalikkan keadaan; Gabriel Jesus, Noni Madueke, Eberechi Eze, dan Gabriel Martinelli semuanya dimasukkan demi mencari gol kemenangan.
Namun, mereka baru bisa melepaskan tembakan tepat sasaran di babak kedua pada masa injury time, saat upaya Jesus dan Martinelli mengarah terlalu dekat ke Alisson Becker.
Satu poin ini membawa Liverpool di posisi keempat unggul tiga poin dari Newcastle dan Manchester United dalam persaingan memperebutkan tempat di Liga Champions musim depan.***







