NEWSATU.COM – Mantan juara dunia kelas berat asal Selandia Baru, Joseph Parker, mengumumkan bakal segera kembali naik ring setelah sanksi penangguhan akibat gagal tes obat terlarang resmi dicabut.
Sebelumnya, karier petinju berusia 34 tahun itu berada di ujung tanduk setelah sampel uji rutin dari Voluntary Anti-Doping Agency (VADA) pada hari pertarungannya melawan Fabio Wardley, Oktober lalu, menunjukkan jejak zat kokain. Laga yang berlangsung di The O2 Arena tersebut berakhir dengan kekalahan TKO ronde ke-11 bagi Parker.
Meski membantah mengonsumsi zat terlarang dan sempat terancam hukuman larangan bertanding hingga dua tahun, Parker kini memastikan bahwa masa sanksinya telah berakhir.
“Saya senang dapat mengonfirmasi bahwa penangguhan sementara saya telah dicabut dan saya akan kembali ke ring segera. Saya disarankan untuk tidak berbicara lebih banyak saat ini selagi detailnya diselesaikan. Terima kasih kepada seluruh pendukung saya,” ujar Parker dalam pernyataan resminya.
Hingga saat ini, pihak British Boxing Board of Control (BBBofC) masih enggan memberikan komentar terkait status terbaru sang petinju.
Perjudian Nasib yang Berakhir Petaka
Kekalahan dari Wardley menjadi pukulan telak bagi perjalanan karier Parker. Padahal, sebelum laga tersebut, mantan pemegang sabuk WBO yang kehilangan gelarnya dari Anthony Joshua pada 2018 ini sedang berada di puncak performa.
Bangkit dari kekalahan menyakitkan dari Joe Joyce pada 2022, Parker berhasil mencatatkan enam kemenangan beruntun, termasuk kemenangan spektakuler atas Deontay Wilder dan Zhang Zhilei yang membawanya mengamankan sabuk gelar interim WBO.
Parker sebenarnya dijadwalkan menantang pemegang sabuk IBF, Daniel Dubois, pada Februari 2025 Namun, pertarungan itu batal mendadak hanya beberapa hari sebelum hari-H lantaran Dubois mengaku jatuh sakit. Diduga Dubois hanya modus untuk mengamankan pertarungan besarnya, rematch dengan Oleksandr Usyk.
Tak ingin menganggur, Parker mengambil keputusan berisiko tinggi dengan mempertaruhkan statusnya sebagai penantang wajib WBO untuk juara sejati Oleksandr Usyk demi melawan Fabio Wardley. Sayangnya, perjudian besar tersebut justru berujung kekalahan pahit dan skandal yang sempat membekukan kariernya.***








