NEWSATU.COM — Hanya beberapa jam setelah resmi diumumkan ke publik, megaduel kelas berat paling dinantikan dalam sejarah tinju Britania Raya antara Anthony Joshua dan Tyson Fury kini berada di ambang kehancuran.
Perselisihan sengit terkait keterlibatan Bos UFC, Dana White, serta tuduhan pelanggaran kontrak memicu ketegangan hebat di antara kedua kubu.
Meskipun kesepakatan nilai tarung sebesar £200 juta (sekitar Rp4 triliun) dengan pembagian 50-50 telah disetujui untuk laga di Stadion Principality Cardiff pada 11 Desember 2026, situasi di balik layar justru memanas.
Amukan Tyson Fury di Media Sosial
Merespons kabar bahwa kubu Anthony Joshua dan sang promotor, Eddie Hearn (Matchroom Boxing), menolak keras keterlibatan Dana White, Tyson Fury langsung meluapkan amarahnya di Instagram. Sang Gypsy King menuding Hearn dan Joshua sengaja mencari-cari alasan untuk mundur dari pertarungan.
“Kabar menyedihkan, Anthony Joshua dan Eddie Hearn berusaha mundur dari pertarungan ini. Mereka bilang tidak mau bertarung sekarang, mereka benar-benar penakut. Ini semua hanya karena ego Eddie Hearn. AJ, lepaskan jarimu dari penakut berbendera putih itu Sekarang saya kembali ke Inggris untuk membantai kamu di depan seluruh penggemar saya di Wales,” semprot Fury.
Fury menambahkan bahwa pihak Turki Alalshikh bahkan sudah mulai menyiapkan petinju pengganti jika Joshua benar-benar mundur:
“Ego Eddie Hearn mengancam pertarungan yang sudah ditunggu-tunggu penggemar tinju selama lebih dari satu dekade. Hanya karena Eddie tidak ingin melihat seseorang (Dana White) ada di dalam gedung, persis seperti anak sembilan tahun. Joshua, kamu seharusnya malu!” tambah Fury.
Ancam Boikot Konferensi Pers dan Pelanggaran Kontrak
Di sisi lain, Eddie Hearn menegaskan bahwa kontrak resmi yang ditandatangani menetapkan bahwa pertarungan wajib digelar di Inggris dan sama sekali tidak boleh melibatkan Dana White dalam bentuk apa pun.
Hearn murka setelah rilis pers dari platform siaran langsung Netflix mencantumkan bahwa pertarungan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Dana White. Hearn bahkan mengancam bakal memboikot acara konferensi pers perdana yang dijadwalkan berlangsung di London pada 30 September.
“Rilis pers itu menyebutkan pertarungan ini bekerja sama dengan Dana White. Hal itu tidak akan pernah terjadi. Saya akan berbicara dengan Netflix untuk mengingatkan kewajiban kontrak mereka,” ujar Hearn kepada IFL TV.
“Sejauh ini sudah ada sekitar enam pelanggaran dalam kontrak yang kami tandatangani. Kami selalu beritikad baik, tetapi mereka tidak. Kami tidak akan datang ke konferensi pers sebelum semua hal ini diselesaikan secara tuntas,” tegasnya.
Skenario Petinju Pengganti Siap Diberlakukan
Meski kecaman Fury di media sosial kerap dianggap sebagai bentuk drama promosi semata, laporan dari jurnalis Ring Magazine, Mike Coppinger, mengonfirmasi bahwa pertarungan alternatif memang sedang disiapkan jika negosiasi benar-benar buntu.
Juara dunia kelas berat ringan tak terkalahkan, David Benavidez, disiapkan sebagai kandidat utama untuk menggantikan posisi Joshua menghadapi Tyson Fury.
Sementara itu, jika duel tersebut gagal total secara keseluruhan, partai pengganti yang melibatkan Ryan Garcia vs Terence Crawford berpeluang besar dimajukan sebagai menu utama.***








