NEWSATU.COM – Christian Mbilli dan Saúl ‘Canelo’ Álvarez bertemu di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (29/10), dalam sesi konferensi pers menjelang pertarungan perebutan gelar juara dunia kelas menengah super WBC pada Sabtu, 31 Oktober ini.
Baik Mbilli selaku pemegang gelar maupun Canelo sebagai penantang mengekspresikan rasa percaya diri yang tinggi sebelum duel yang menjadi momen penting bagi perjalanan karier mereka masing-masing.
Canelo, mantan juara dunia di berbagai kelas, secara khusus meminta agar waktu mulainya pertarungan dapat dimajukan lebih awal. Alasan unik di balik permintaan ini adalah agar anak-anak dapat pergi bermain trick-or-treat pada malam Halloween, serta—sebagaimana diprediksi oleh timnya—merayakan kemenangan bagi sang bintang asal Meksiko.
Di sisi lain, Mbilli menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan besar ini dan mengapresiasi kerja keras timnya. Ia menegaskan telah menyelesaikan pemusatan latihan terbaik sepanjang hidupnya dan siap secara fisik maupun mental untuk mempertahankan sabuk WBC.
Sang juara bertahan menyuarakan rasa hormatnya terhadap rekam jejak karier Canelo, namun dengan tegas menyatakan keyakinannya untuk menang pada. Ia juga menjanjikan sejumlah kejutan saat bertarung dan menyebut ajang ini sebagai kesempatan emas yang telah ia persiapkan sepanjang kariernya.
“Semoga beruntung. Sampai jumpa hari Sabtu,” menjadi pesan penutupnya untuk sang penantang asal Meksiko.
Pelatih Mbilli, Marc Ramsay, mengucapkan terima kasih kepada pihak penyelenggara atas sambutan hangat di Arab Saudi dan menekankan bahwa timnya telah menuntaskan masa latihan yang intensif tanpa hambatan cedera. Ia menyatakan kesiapan mereka untuk menyajikan pertarungan luar biasa dan mengamankan kemenangan.
Sementara itu, Canelo mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan untuk terus bertanding setelah lebih dari dua dekade berkarier sebagai petinju profesional.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Mauricio Sulaimán serta mengenang sosok mendiang José Sulaimán, sembari mengakui peran penting yang dimainkan keduanya dalam perjalanan kariernya.
Canelo menyadari bahwa ia masuk ke dalam ring sebagai penantang, tetapi menegaskan bahwa secara mental ia tetap menganggap dirinya sebagai seorang juara.
Ia menjelaskan bahwa dirinya lebih menyukai menghadapi petinju-petinju terbaik dan langsung menantang pemegang gelar yang sedang bertahta, karena menurutnya itulah jalan terbaik untuk kembali ke puncak kejayaan.
“Sampai jumpa hari Sabtu,” tutur Canelo menutup pesannya untuk Mbilli.
Pelatih Canelo, Eddy Reynoso, menyoroti bahwa sesi konferensi pers ini bertepatan dengan peringatan 21 tahun debut profesional Canelo dan mengajak seluruh hadirin memberikan tepuk tangan meriah untuk petinjunya.
Reynoso menyebut bahwa kemenangan dalam laga ini akan semakin memperkokoh posisi Canelo dalam sejarah tinju Meksiko, sekaligus menegaskan betapa berharganya misi merebut kembali sabuk Hijau dan Emas—sabuk juara dunia pertama yang pernah dimenangkan Canelo.
Sesi konferensi pers tersebut juga menghadirkan David Picasso dan Carl Martin yang akan saling berhadapan dalam partai kelas bulu.
Picasso, petinju asal Meksiko, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan ini dan menyebut keberadaannya di dalam tim sebagai sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
Ia bertekad untuk mendominasi pertarungan dan membawa pulang kemenangan ke Meksiko guna menunjukkan kualitas tinju negaranya.
Di pihak lawan, Martin menyampaikan rasa hormat kepada Picasso, namun menegaskan hadir untuk menang dan siap menjalani pertarungan penuh hingga ronde akhir demi menyajikan tontonan spektakuler.
Acara konferensi pers ini diakhiri dengan sesi tatap muka antara Canelo dan Mbilli yang diiringi lantunan musik ikonik film Rocky menjelang pertempuran perebutan mahkota kelas menengah super WBC.***








