Sabtu, April 11, 2026

Blunder Kepa dan Sihir O’Reilly: Manchester City Bungkam Arsenal 2-0, ‘The Gunners’ Masih Puasa Gelar!

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

INTERAKINDO.COM — Dua gol di babak kedua dari Nico O’Reilly memastikan Manchester City menumbangkan Arsenal 2-0 dalam final Carabao Cup pada Minggu (22/3) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus menandai trofi ke-19 bagi Pep Guardiola selama menukangi The Citizens.

Setelah 45 menit pertama yang berlangsung alot dan minim peluang di Stadion Wembley, City menaikkan tempo permainan. Kebuntuan pecah tepat di menit ke-60 akibat kesalahan fatal penjaga gawang pengganti Arsenal, Kepa Arrizabalaga.

Kepa gagal menghalau umpan silang Rayan Cherki dengan sempurna, dan O’Reilly berhasil mendahului Martín Zubimendi untuk menyambar bola liar dengan sundulan jarak dekat yang mudah.

Hanya berselang empat menit, City menggandakan keunggulan. Cherki kembali menjadi aktor setelah melepaskan umpan kepada Matheus Nunes, yang kemudian mengirim umpan silang matang ke arah O’Reilly di posisi yang hampir serupa untuk mencetak gol keduanya.

Hasil ini sekaligus mengubur ambisi Arsenal untuk meraih quadruple (empat gelar) yang belum pernah terjadi sebelumnya, sekaligus memperpanjang puasa gelar mereka selama enam tahun.

Sebaliknya, City berharap kemenangan ini menjadi pelecut semangat untuk mengejar defisit sembilan poin dari Arsenal di puncak klasemen Premier League.

Pasifnya Arsenal: Puasa Gelar yang Tak Kunjung Usai

Arsenal berada dalam posisi yang unik belakangan ini: mereka tengah berburu empat gelar sekaligus, namun di saat yang sama, kapasitas mereka untuk benar-benar mengangkat trofi terus dipertanyakan.

Trofi terakhir The Gunners adalah Piala FA tahun 2020. Meski manajer Mikel Arteta telah melakukan transformasi besar yang membawa mereka ke ambang kejayaan, satu pertanyaan besar tetap membayangi setelah tiga kali berturut-turut finis sebagai runner-up Premier League: Mampukah mereka melewati garis finis dan menang?

Jawaban di Wembley sekali lagi adalah: tidak. Arsenal harus membayar mahal gaya main yang terlalu pasif. Mereka tampak lebih fokus menahan gempuran City daripada mengambil risiko untuk menciptakan peluang.

Sempat menekan di awal, Arsenal justru bermain bertahan dan kesulitan memberikan tekanan berkelanjutan. Penampilan mereka di babak kedua pun tergolong mengecewakan.

Meski begitu, musim mereka belum berakhir. Arsenal masih memimpin sembilan poin di klasemen liga, akan menghadapi Sporting Lisbon di perempat final Liga Champions, dan melawan Southampton di Piala FA.

Musim ini masih bisa berakhir spektakuler bagi Arsenal. Namun, trofi tidak datang dengan sendirinya—ia harus direbut. Dan hingga saat ini, kemampuan Arsenal untuk melakukan hal itu masih menjadi tanda tanya besar.***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini