LAHAT, NEWSATU — Sebanyak 230 generasi muda Kabupaten Lahat mengikuti seleksi Program Pemagangan ke Jepang yang digelar di Hotel Santika, Senin (14/9/2026).
Program tersebut menjadi kesempatan bagi para pencari kerja muda untuk mendapatkan pengalaman internasional sekaligus meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan dunia industri.
Seleksi secara resmi dibuka Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih. Sebelum mengikuti tahapan seleksi, seluruh peserta telah melewati proses verifikasi administrasi sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Namun, perjuangan peserta untuk mendapatkan kesempatan magang ke Jepang masih cukup panjang. Mereka yang dinyatakan lolos seleksi di Kabupaten Lahat akan kembali mengikuti tahapan seleksi lanjutan di Jakarta.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lahat, Mustofa Nelson, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat generasi muda untuk memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan melalui pengalaman kerja di luar negeri.
“Seleksi ini tidak selesai di Kabupaten Lahat. Peserta yang lolos nantinya akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti tahapan seleksi kembali,” ujar Mustofa.
Menurutnya, program pemagangan tersebut bukan hanya memberikan peluang untuk bekerja di Jepang. Lebih dari itu, peserta akan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan teknis, serta pengalaman kerja yang dapat menjadi modal ketika kembali ke Indonesia.
Karena itu, Mustofa meminta seluruh peserta mempersiapkan diri secara maksimal. Bekerja di Jepang, kata dia, membutuhkan kedisiplinan, kesiapan fisik dan mental, kemampuan teknis, serta komitmen yang kuat.
Sementara itu, Widia Ningsih mengingatkan peserta agar tidak menjadikan keberangkatan ke Jepang sebagai satu-satunya target.
Ia meminta para peserta menjadikan program pemagangan tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan masa depan.
“Jangan hanya mengejar keberangkatan ke Jepang, tetapi tanamkan dalam diri bahwa tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kualitas diri dan membangun masa depan yang lebih baik,” tegas Widia.
Widia juga berpesan agar peserta mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh, disiplin, jujur, dan penuh semangat.
Menurutnya, pengalaman mengikuti program pemagangan internasional dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda. Peserta tidak hanya akan mengenal budaya kerja yang berbeda, tetapi juga berkesempatan meningkatkan kompetensi, kemandirian, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi.
Bagi peserta yang nantinya berhasil lolos seluruh tahapan, peluang pemagangan terbuka pada sektor manufaktur di Jepang.
Widia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat bagi peserta sekaligus ikut membantu pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Lahat.
“Kami berharap semua peserta bisa lulus dan nantinya mampu mengikuti budaya kerja orang Jepang yang dikenal memiliki etos kerja yang baik, disiplin, dan pekerja keras. Lebih dari itu, kalian juga harus bisa menimba ilmu serta menjaga nama baik Indonesia,” katanya.
Tak hanya soal kompetensi, Widia turut mengingatkan peserta mengenai pentingnya keselamatan selama menjalani kegiatan pemagangan.
Ia meminta para peserta selalu berhati-hati dalam bekerja dan tidak mengabaikan aturan keselamatan.
“Pesan saya, bekerjalah dengan disiplin dan setulus hati. Bisa menjaga diri dan tidak ceroboh sehingga membahayakan keselamatan diri sendiri maupun lingkungan. Kalian harus berbangga karena tidak semua orang mendapatkan program ini,” pungkasnya.
Dengan jumlah peserta mencapai 230 orang, seleksi ini menjadi salah satu kesempatan bagi generasi muda Lahat untuk membuka jalan menuju pengalaman kerja internasional. Namun, hanya peserta yang mampu memenuhi standar pada setiap tahapan yang nantinya berkesempatan melanjutkan perjuangan hingga ke Jepang. (ril)








