NEWSATU.COM – Dillian Whyte, petinju yang pernah berbagi ring dengan Tyson Fury, memberikan pandangan tajamnya mengenai pertarungan sang rival melawan Arslanbek Makhmudov.
Whyte menghadapi Fury pada 2022 saat Fury berada di tengah masa kejayaan keduanya sebagai juara dunia. Saat itu, Whyte kalah dalam enam ronde, sementara Fury berhasil mempertahankan gelar WBC miliknya.
Setelah itu, Fury melanjutkan kariernya dengan mengalahkan Dereck Chisora dan Francis Ngannou, sebelum akhirnya dua kali kalah dari Oleksandr Usyk pada 2024.
Kenangan Pahit Melawan Usyk
Pertarungan pertama melawan Usyk memperebutkan gelar juara tak terbantahkan, di mana Fury kalah angka setelah sempat mendapat hitungan wasit di ronde 9.
Dalam laga ulang pada Desember tahun yang sama, Fury kembali menelan kekalahan telak melalui keputusan juri.
Kekalahan tersebut sempat membuat Fury memutuskan pensiun dan menghabiskan lebih dari setahun di luar ring.
Namun, ia dijadwalkan kembali pada April untuk menghadapi raksasa Rusia, Makhmudov, yang baru saja mengalahkan Dave Allen di laga terakhirnya.
Kritik Pedas Dillian Whyte
Berbicara kepada iFL TV, Whyte tidak menahan diri dalam menilai kualitas pertarungan tersebut.
“Tyson Fury itu orang pintar, dia sangat ahli dalam memilih pertarungan mudah seperti ini. Dia pernah melawan Sefer Seferi dan mengemasnya seolah-olah itu laga comeback yang besar,” kata Whyte.
“Ini sampah yang sama. Dia selalu lolos dengan taktik itu, dia pintar. Menurut saya, pilihan lawan ini sangat buruk. Makhmudov terlalu lambat, dia bakal dihajar habis-habisan,” tambah Whyte.
Kelemahan Makhmudov
Meskipun Makhmudov memiliki fisik yang mengintimidasi dan pukulan yang solid, ia telah menunjukkan kerentanan sebelumnya setelah kalah KO dari Agit Kabayel dan Guido Vianello.
Fury berharap bisa mengeksploitasi kelemahan tersebut demi kembali ke puncak dunia di tahap akhir kariernya ini, meskipun ayahnya sendiri sempat memberikan pernyataan mengejutkan bahwa kekuatan kaki Tyson Fury kini sudah habis.***







