NEWSATU.COM — Dmitry Bivol dipastikan akan bertarung untuk mempertahankan tiga sabuk juara dunia kelas berat ringan (WBO, WBA, dan IBF) miliknya saat menghadapi Callum Smith pada Sabtu, 12 Desember.
Dmitry Bivol, yang masuk dalam jajaran petinju pound-for-pound terbaik dunia tersebut sebelumnya digadang-gadang bakal melakoni laga trilogy melawan Artur Beterbiev. Namun, Bivol justru memilih untuk menuntaskan kewajiban menghadapi lawan wajib WBO, yakni Smith yang memegang sabuk juara interim, dalam pertarungan sengit di Yekaterinburg, Rusia.
Smith, petinju kelahiran Liverpool yang merupakan mantan juara dunia kelas menengah super itu merebut sabuk interim usai menumbangkan Joshua Buatsi pada Februari tahun lalu. Sejak saat itu, ia terpaksa menepi dari arena akibat cedera yang membatalkan pertarungannya melawan David Morrell.
Dengan hanya menelan dua kekalahan sepanjang kariernya—masing-masing dari Beterbiev dan Canelo Alvarez—Smith menaruh harapan besar untuk bisa mengukir kejayaan di luar negeri.
Di sisi lain, Bivol juga sempat mengalami masalah kebugaran sejak melewati duel keduanya melawan Beterbiev pada awal 2025. Sang juara bertahan baru bertarung satu kali sejak saat itu, yakni ketika menang angka mutlak atas Michael Eifert pada Mei lalu.
Rencana pertarungan Bivol sempat mundur maju. Negosiasi duel Bivol dan Cllum Smith berjalan alot. Mereka sempat kehabisan waktu untuk mencapai kesepakatan.
Sebelumnya, kedua belah pihak diberi batas waktu hingga 20 Agustus untuk menyepakati pertarungan. Bivol sendiri sudah diperintahkan bertarung sejak 6 Juli untuk bertarung melawan Smith, sang pemegang sabuk interim. Meski telah diberikan perpanjangan waktu, kesepakatan tetap belum tercapai, yang memaksa WBO untuk menjadwalkan lelang pertarungan pada 27 Agustus.
Kini, wacana pertarungan Dmitry Bivol vs Callum Smith yang sudah menjadi perbincangan sejak lama— Akhirnya benar-benar terwujud menjadi aksi nyata di atas ring.
Kedua petinju akan saling berhadapan dalam bentrokan penyatuan gelar yang sangat menarik—meski bagi Bivol, laga ini mungkin hanya dipandang sebagai batu loncatan semata. Bivol secara terbuka kerap menyatakan bahwa dirinya mengincar nama-nama yang lebih besar untuk menutup kariernya, seperti Artur Beterbiev atau Canelo Alvarez.
Smith, terlepas dari reputasinya yang mumpuni, dinilai belum sepenuhnya sejajar dengan nama-nama besar tersebut bagi Bivol. Oleh karena itu, Bivol diprediksi akan menyingkirkan Smith secepat mungkin demi melangkah ke duel yang lebih akbar.
Namun, petinju asal Liverpool tersebut bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Setelah menanti begitu lama untuk kesempatan emas ini, Smith dipastikan bakal berjuang habis-habisan untuk merebut kejayaan dari tangan Bivol.***








