Kamis, Oktober 29, 2026

Hadapi Christian Mbilli Di Arab Saudi, Canelo Alvarez Bertekad Bangkit Usai Kekalahan Dari Terence Crawford

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

NEWSATU.COM – Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi, boleh tidak aman lantaran ulah kelompok yang menamakan dirinya Houthi yang berbasis di Yaman. Tapi, Saul ‘Canelo’ Alvarez sedang punya misi besar –mengembalikan kejayaannya di ring tinju dunia.

Langkah awal yang, ndilalah digelar di Riyadh, ia akan bertarung untuk merebut sabuk kelas menengah super WBC dari tangan Christian Mbilli, Sabtu (31/10).

Ini jadi duel pertama Canelo setelah 13 bulan sebelumnya kalah angka dari Terence Crawford pada September 2025 sekaligus merenggut semua kebesarannya.

Meski telah memiliki rekam jejak mentereng tingkat Hall of Fame serta berstatus sebagai salah satu atlet terkaya di planet bumi, petinju asal Meksiko tersebut bertekad memperpanjang perjalanan kariernya yang akan menginjak tahun ke-21 pada akhir pekan ini.

Forbes menaksir pendapatan Alvarez mencapai 170 juta dolar AS dalam daftar figur olahraga berkantong paling tebal di dunia tahun 2026, menempatkannya di urutan kedua tepat di belakang Cristiano Ronaldo.

Kini menginjak usia 36 tahun, Canelo Alvarez telah beralih ke jenjang profesional sejak umur 15 tahun dan mengoleksi 63 kemenangan, 3 kekalahan, serta 2 hasil imbang. Rekor spektakuler ini bagaikan berasal dari era lampau yang amat sulit disamai saat ini, mengingat para petinju elit modern umumnya hanya bertarung 1-2 kali saja dalam setahun.

Mengapa Canelo Masih Bertarung?

Memasuki fase veteran dalam kariernya, Canelo makin sering memberikan pernyataan ikonik. Penguasaan bahasa Inggrisnya yang makin lancar kerap menghasilkan ucapan-ucapan menggelitik yang tak jarang diselingi umpatan santai.

Namun, salah satu frasa yang paling sering ia gaungkan adalah “no boxing, no life” (tanpa tinju, tiada kehidupan)—sebuah mantra yang senantiasa tertera pada perlengkapan tandingnya.

“Tinju membuat saya merasa hidup,” ungkap Canelo dalam acara Uncrowned milik Ariel Helwani. “Saya terlahir untuk ini. Saya sangat menikmatinya. Memang sulit untuk beradaptasi kembali dengan lawan-lawan yang berbeda, dan pemusatan latihan terasa sangat berat, tetapi saya menyukainya dan sangat menikmatinya.”

“Saya tidak membutuhkan apa-apa lagi… Saya sudah mencapai segalanya di dunia tinju, dan kondisi finansial saya sangat aman. Namun saya tetap mencintai olahraga ini. Setiap kali bertarung, saya selalu memecahkan rekor, dan itulah yang menjadi motivasi saya.”

“Anda harus melakukan sesuatu dalam hidup. Anda harus menjaga pikiran agar tetap sibuk dan termotivasi. Saat ini, motivasi terbesar saya adalah tinju.”

Canelo sebenarnya berada di posisi yang memungkinkan dirinya untuk bernegosiasi guna gantung sarung tinju dan pensiun kapan saja. Kendati demikian, ia baru menyelesaikan separuh dari kontrak empat pertarungan yang sangat menguntungkan bersama Riyadh Season dan Turki Alalshikh.

Duel Sabtu ini bakal menjadi penampilan ketiganya di bawah naungan Alalshikh, tersisa satu pertarungan lagi dalam kesepakatan tersebut.

Meski berada di pengujung karier, Canelo sempat menyebut masih memiliki “tiga atau empat pertarungan” tersisa dan menyimpan sejumlah target yang ingin dicapai.

Salah satunya adalah duel ulang (rematch) melawan Crawford, sementara target lainnya adalah menggelar laga di Stadion Azteca, Mexico City, sebelum resmi menggantung sarung tinju.

“Saya ingin pertarungan terakhir saya digelar di Meksiko,” tuturnya kepada ESPN. “Saat berada di sana sebagai suporter yang mendukung tim nasional pada piala dunia lalu, saya berada di Estadio Azteca. Stadion itu menyajikan atmosfer yang luar biasa—sebuah sensasi yang sangat bagus. Saya membayangkan diri saya bertarung di sana.”

Kemenangan atas Mbilli, terutama jika diraih lewat penampilan yang mengesankan, akan membukakan jalan menuju gelaran akbar pada 2027. Sebaliknya, kekalahan yang menyakitkan dapat mempercepat rencana laga perpisahannya.

Pertempuran di Dalam dan Luar Ring

Keputusan untuk melanjutkan pertarungan hari Sabtu sendiri memicu kritik dari media Amerika Serikat pascaserangkaian serangan Houthi ke Arab Saudi selama beberapa pekan terakhir.

Serangan-serangan tersebut telah menewaskan 22 orang dan melukai 380 orang di seluruh penjuru kerajaan, termasuk serangan yang menyasar Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh. Pada 23 Oktober, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan staf pemerintah non-darurat beserta keluarga mereka untuk segera meninggalkan Arab Saudi.

Alalshikh tetap optimistis dan bersikeras agar pertarungan tetap berjalan, meskipun berbagai agenda olahraga lainnya telah dibatalkan atau ditunda. Kalender pertandingan sepak bola mengalami gangguan parah, sementara turnamen tenis Six Kings Slam dan Reli Dakar turut terkena dampaknya.

“Canelo menghubungi saya dan menegaskan bahwa ia akan tetap bertarung di Riyadh pada Oktober ini, apa pun yang terjadi, ia tidak takut pada apa pun,” tulis Alalshikh di platform X usai serangan di bandara Riyadh pada 10 Oktober yang menewaskan 13 orang.

Lalu lintas penerbangan udara menuju dan dari Arab Saudi masih diliputi ketidakpastian, namun Alvarez telah mendarat di Riyadh menggunakan jet pribadi pada 26 Oktober. Ia disambut langsung oleh mantan juara dunia kelas berat Oleksandr Usyk dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial.

“Saya sangat senang berada di sini di Riyadh, dan saya sangat antusias untuk bertarung pada hari Sabtu serta menjadi juara dunia sekali lagi,” ujar Alvarez dalam video yang diunggah oleh Alalshikh.***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini