PALEMBANG, NEWSATU — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menerima audiensi General Manager PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, Heru Irianto, di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Rabu (16/9/2026) sore.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwi Januarto dan Manager Relations PHR Zona 4 Frans Alexander A. Hukom. Pertemuan menjadi momentum memperkuat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumsel, SKK Migas, dan PHR Zona 4 dalam mendukung kelancaran kegiatan usaha hulu migas.
Selain membahas upaya peningkatan produksi migas, pertemuan juga menyoroti sejumlah persoalan strategis, mulai dari penanganan illegal refinery, perlindungan konsumen, pengawasan kualitas, mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pengembangan sumber daya manusia lokal.
Herman Deru menegaskan, persoalan illegal refinery perlu ditangani secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan aspek perlindungan masyarakat sebagai konsumen serta pengawasan terhadap kualitas produk.
“Ke depan kita harus berdiskusi lagi mengenai perlindungan konsumen, illegal refinery dan quality control,” tegas Herman Deru.
Menurutnya, koordinasi lintas pihak menjadi penting agar berbagai persoalan yang berkaitan dengan aktivitas migas dapat ditangani secara komprehensif dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga meminta penguatan mitigasi risiko karhutla, khususnya di sekitar jalur pipa migas. Pertamina didorong memperkuat komunikasi dan pemetaan jalur pipa bersama BPBD serta pemerintah kabupaten dan kota.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak terhadap infrastruktur serta kelancaran operasional migas.
Sementara itu, GM PHR Zona 4 Heru Irianto menyampaikan bahwa silaturahmi dan koordinasi berkelanjutan dengan Pemprov Sumsel menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan produksi migas, baik untuk kebutuhan daerah maupun mendukung produksi migas nasional.
Selain sektor produksi, perhatian juga diberikan terhadap pengembangan SDM lokal. Herman Deru mengapresiasi berbagai program pelatihan dan transfer knowledge yang dilakukan, termasuk pelatihan di bidang drilling, agar semakin banyak generasi muda Sumsel memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri migas.
Di sisi lain, sinergi dalam bidang infrastruktur juga menjadi pembahasan. Pemerintah daerah mendorong optimalisasi penataan jalan tambang sehingga aktivitas angkutan tidak mengganggu penggunaan jalan umum dan mobilitas masyarakat.
Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, SKK Migas dan PHR Zona 4 dalam menjaga keberlangsungan kegiatan hulu migas sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumsel.
Turut hadir dalam audiensi tersebut sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. (ril)








